Polisi Thailand umumkan bakal rebut tempat diduduki demonstran
Badan keamanan bakal merebut pelbagai kantor pemerintah yang dikuasai pengunjuk rasa bila negosiasi gagal.
Pemerintah Thailand mengerahkan ribuan polisi anti huru hara demi mengambil kantor pemerintahan dan daerah lain diduduki oleh demonstran di Ibu Kota Bangkok. Otoritas berencana merebut beberapa tempat termasuk kementerian dalam negeri.
Kantor berita AFP melaporkan, Jumat (14/2), Kepala Dewan Keamanan Nasional Paradorn Pattanatabut mengatakan dia sebelumnya akan mencoba bernegosiasi dengan demonstran. "Kami melakukan apa pun yang kami bisa agar tempat ini kembali ke pemerintah. Kami juga akan menangkap pemimpin unjuk rasa. Ini bukan untuk melawan mereka namun menegakkan hukum," ujarnya.
Paradorn juga mengungkapkan adanya pertemuan ilegal dan transaksi jual beli senjata di beberapa tempat diduduki demonstran.
Operasi perebutan akan dipusatkan di persimpangan pusat komersial yang menjadi titik sentral pengunjuk rasa berkumpul. Simpang dekat Bangkok ini laksana kota mati lantaran tidak ada kegiatan baik pemerintah maupun warga.
Polisi anti huru hara juga membongkar tenda demonstran dan memperingatkan mereka untuk tidak melawan. Pengunjuk rasa telah menduduki simpang Bangkok itu sejak 13 Januari.
Baca juga:
Konflik menguap di tengah pemilu Thailand
Polisi Thailand tangkap pemimpin demo antipemerintah
Bom meledak di jalanan Bangkok, enam orang luka
Thailand akan gelar pemungutan suara baru di TPS terblokir
Pemerintah Thailand akan tangkap 19 pentolan protes