PM Palestina marah jika Yerusalem jadi ibu kota Israel
Palestina marah dengar laporan Presiden AS Donald Trump akan mempertimbangkan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. jika AS tertarik menemukan solusi atas status Yerusalem, salah satu pilihan adalah membagi dua negara bagian, Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel dan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina.
Palestina marah saat mendengar laporan bahwa Presiden AS Donald Trump akan mempertimbangkan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Kementerian Luar Negeri Palestina menyerukan digelarnya pertemuan darurat Liga Arab untuk membahas masalah tersebut.
Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah mengingatkan AS, mencampuri status Yerusalem tidak akan membantu proses perdamaian. Justru membahayakan. Pengakuan ini akan mengobarkan konflik tidak hanya di Palestina tapi di seluruh wilayah.
"Jika ancaman AS untuk mengubah status Yerusalem terjadi, ini akan menjadi bahaya dan (ini) tidak mempunyai rasa tanggung jawab, dan akan membunuh proses perdamaian," kata Hanan Ashrawi, seorang anggota komite eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), seperti dilansir dari Arab News, Senin (4/12).
Menurutnya, jika AS tertarik untuk menemukan solusi atas status Yerusalem, salah satu pilihan adalah membagi dua negara bagian, Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel dan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina.
Baca juga:
Menlu Yordania ingatkan AS jika akui Yerusalem ibu kota Israel
Hamas siap perang jika Trump akui Yerusalem jadi Ibu Kota Israel
Niat Trump akui Yerusalem jadi Ibu Kota Israel dikecam
Trump disebut bakal akui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dalam pidato pekan ini
Saat bangunan Kubah Batu di komplek Al Aqsa dipercantik