Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menlu Yordania ingatkan AS jika akui Yerusalem ibu kota Israel

Menlu Yordania ingatkan AS jika akui Yerusalem ibu kota Israel Warga Palestina salat Jumat di luar Masjid Al-Aqsa. ©REUTERS

Merdeka.com - Menteri luar negeri Yordania Ayman Safadi memperingatkan Amerika Serikat tentang konsekuensi jika mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Safadi sudah memberi tahu Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson tentang deklarasi Yerusalem sebagai ibu kota Israel yang bisa memicu kemarahan besar di Arab dan Muslim.

Wacana mendeklarasikan Yerusalem sebagai ibu kota Israel muncul saat Presiden AS Donald Trump mengumumkan langkah tersebut sesegera mungkin, melalui sebuah pidato pada hari Rabu (29/11) lalu, sebagai bagian dari memenuhi janji kampanye saat pemilihan presiden AS tahun lalu.

Trump menyatakan dukungan kuat untuk Israel dan berjanji untuk memerintahkan relokasi kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem pada hari pertama jabatannya.

Safadi menuliskan cuitan di akun Twitternya, mengatakan: "Bicara dengan #US Menteri Luar Negeri Tillerson mengenai konsekuensi berbahaya untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. Keputusan semacam itu akan memicu kemarahan di dunia #Arab #Muslim, ketegangan bahan bakar dan membahayakan usaha perdamaian."

Presiden Palestina Mahmoud Abbas sedang mencoba untuk meminta dukungan internasional agar bisa meyakinkan Trump untuk tidak membuat pengumuman tersebut.

Stafnya mengatakan pada hari Minggu Mahmoud Abbas menelepon para pemimpin dunia termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Penasihat Abbas Majdi al-Khalidi, Mahmoud Abbas ingin menjelaskan bahaya keputusan apapun untuk memindahkan kedutaan (AS) ke Yerusalem atau mengenali (Yerusalem) sebagai ibukota Israel.

Hingga kini, Kementerian Luar Negeri AS belum memberikan pernyataan terkait rencana tersebut.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP