PM Inggris Pecat Menkes Setelah Tulis Komentar di Grup WhatsApp, Ini Bunyi Pesannya
Isi pesan yang ditulis Menteri Kesehatan Inggris ini diungkap media.
Menteri Kesehatan Inggris, Andrew Gwynne, dipecat setelah sebuah media mengungkapkan bahwa ia mengirimkan sejumlah pesan WhatsApp yang berisi kata-kata kasar dan tidak etis. Anggota parlemen yang mewakili wilayah Gorton dan Denton ini juga dikenakan sanksi oleh Partai Buruh setelah surat kabar Inggris, Mail on Sunday, membocorkan isi pesan-pesan tersebut, seperti yang dilaporkan BBC pada Selasa (11/2). Dalam pesan-pesan tersebut, ia menghina para konstituen, rekan-rekan anggota parlemen, serta anggota dewan lainnya.
Dalam pesan yang dilihat oleh Mail on Sunday, Gwynne menyumpahi seorang lansia perempuan berusia 72 tahun meninggal dunia setelah mempertanyakan tentang aturan pengumpulan sampah. Surat kabar tersebut juga melaporkan, sang menteri bercanda mengenai seorang konstituen yang ia harapkan ditabrak oleh sebuah truk. Selain itu, Gwynne juga dilaporkan membuat komentar seksis tentang Angela Rayner dan mengeluarkan pernyataan rasis terhadap Anggota Parlemen Partai Buruh, Diane Abbott.
Seorang juru bicara pemerintah menyatakan, Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menegaskan komitmennya untuk menjaga standar tinggi bagi individu yang menduduki posisi publik. PM Starmer juga tidak akan ragu untuk mengambil tindakan tegas terhadap menteri yang tidak memenuhi standar tersebut.
Dalam pernyataannya di X, Gwynne mengungkapkan penyesalan atas pelanggaran yang terjadi akibat komentar-komentar yang dianggapnya tidak etis. Ia juga mengakui keputusan yang diambil oleh perdana menteri Inggris serta Partai Buruh. Meskipun merasa sangat sedih atas pemecatannya, Gwynne menegaskan akan terus mendukung kinerja anggota partai lainnya dengan cara apa pun.
Menteri Perumahan, Matthew Pennycook, mengungkapkan kepada Sky News, pesan-pesan yang beredar melalui WhatsApp tersebut "sama sekali tidak dapat diterima" dan saat ini seluruh insiden sedang dalam tahap penyelidikan.
Seorang juru bicara dari Partai Buruh menyatakan bahwa Gwynne, yang berusia 50 tahun, telah diberhentikan secara administratif dari jabatannya sebagai anggota partai.
"Tindakan cepat akan diambil jika individu ditemukan telah melanggar aturan," tegas juru bicara Partai Buruh tersebut.