Petugas otopsi sebut korban tewas penyanderaan Sydney ulah polisi
Juga tak satu pun peluru pelaku mengenai para korban. Mereka yang luka-luka seluruhnya terkena peluru aparat.
Kabar mengejutkan datang dari Kafe Lindt, Kawasan Martin Place, Kota Sydney, Australia, bekas terjadinya peristiwa penyanderaan akhir tahun lalu. Ternyata ditemukan fakta dari tiga korban tewas, dua di antaranya ditembak polisi.
Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Kamis (29/1), manajer kafe bernama Tori Johnson memang tewas di tangan pelaku penyanderaan yakni Man Haron Monis. Namun dua korban tewas lain diyakini tertembus timah panas petugas.
Hal ini diungkapkan oleh Wakil Konsultan Petugas Otopsi Jeremy Gormly. Menurut dia Katrina Dawson, Barista, tewas sebab enam peluru menembus dada. Satu fragmen mengenai sel darah utama yang menyebabkan dia tewas seketika.
Gormly menduga saat polisi mendengar tembakan pelaku mereka langsung masuk dan memberondong peluru membabi buta. Monis tewas dengan 11 peluru bersarang di dada.
Dari pantauan Gormly polisi memuntahkan 22 peluru sementara pelaku hanya dua dan tak satupun peluru Monis mengenai sandera lainnya kecuali Johnson.
"Sandera yang terluka seluruhnya dari peluru kepolisian," ujar Gormly. Ini jelas mengejutkan mengingat selama ini kepolisian Australia klaim mereka berhati-hati dalam menangani aksi terorisme. Belum ada pernyataan apa pun dari kepolisian Sydney dan juga keluarga Dawson.
Baca juga:
Buntut penyanderaan Sydney, kafe di Australia tolak warga muslim
Jenazah pelaku penyanderaan Sydney ditolak muslim Australia
Dukung muslim, warga Australia kampanye #illridewithyou
Dukung muslim, warga Australia bagikan seribu pin
Duka warga Sydney doakan korban tewas terkait penyanderaan ISIS