Jenazah pelaku penyanderaan Sydney ditolak muslim Australia
Merdeka.com - Jenazah pelaku penyanderaan di Kafe Lindt, Martin Place, Kota Sydney, Australia, ditolak para pemimpin muslim di Negeri Kanguru.
Pelaku bernama Man Haron Monis, 50 tahun, imigran asal Iran menyandera 17 orang di kafe itu awal pekan ini. Dalam penyanderaan itu tiga orang tewas, dua di antaranya sandera.
"Jenazahnya akan dikeluarkan dari kamar mayat sebelum Natal," kata koran the Daily Telegraph. Namun hingga saat ini belum ada yang mau mengambil jenazahnya.
"Tak satu pun rumah duka muslim mau menerima jenazah teroris Man Haron Monis. Polisi harusnya membuang saja mayatnya ke laut," kata Amin Sayed, direktur pemakaman Asosiasi muslim Libanon.
"Meski dibayar USD 3 juta juga kami menolak menguburkan mayatnya," tegas Sayed yang menyebut Monis 'binatang'.
(mdk/fas)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya