Petinggi Partai Komunis China dikabarkan gemar mempraktikkan klenik
Banyak petinggi PKC dianggap sudah tidak percaya sosialisme dan membudayakan perilaku korup.
Ketahanan ideologi para petinggi Partai Komunis China (PKC) yang seharusnya membawa kesejahteraan bagi rakyat semakin dipertanyakan. Setelah perilaku korupsi membudaya, konon semakin hari banyak dari mereka justru lebih tertarik dengan konsep demokrasi ala Barat, dan gemar mempraktikkan klenik.
Tuduhan itu justru datang dari Kepala Departemen Organisasi PKC baru dilantik, Chen Xi. Menurut dia, moral para pembesar PKC kini sangat terpuruk.
"Beberapa sudah tidak yakin lagi dengan ajaran Marx dan Lenin, tetapi lebih percaya makhluk halus dan Tuhan. Mereka tidak percaya dengan ide-ide, dan lebih condong kepada sihir. Mereka cenderung lebih tunduk kepada guru dan tidak menghormati orang lain," tulis Chen di dalam surat kabar People's Daily, seperti dilansir dari laman Reuters, Kamis (16/11).
Pemerintah China memang menjanjikan kebebasan beragama bagi pemeluk Buddha, Islam, dan Nasrani. Namun, bagi mereka yang menjadi anggota PKC harus seorang atheis dan dilarang mempraktikkan ilmu klenik ataupun mendatangi paranormal.
Chen mengatakan hal itu dilakukan oleh banyak petinggi PKC yang dia anggap sudah tidak percaya sosialisme. Dia menambahkan, mereka dianggap sengaja menggunakan jabatan buat kepentingan pribadi. Selain itu, lanjut Chen, sejumlah pembesar PKC lebih menyukai konsep pemisahan kekuasaan dengan partai jamak, dan menganggap komunisme sebagai barang usang.
Masalahnya, mempercayai takhayul dan mendatangi paranormal buat mencari jawaban atas sebuah persoalan adalah adat ketimuran dipegang teguh masyarakat China bertahun-tahun.
"Semakin tinggi posisi dan jabatan mereka, maka perbuatan mereka semakin merusak partai," lanjut Chen.
Kepala Komisi Pemberantasan Korupsi China, Yang Xiaodu, juga merasa was-was akan kenyataan banyak sejawatnya justru berperilaku korup. Menurut dia, jika PKC tutup mata dan membiarkan hal itu terjadi, maka prinsip komunisme dipegang kuat-kuat oleh China tak lama lagi bakal runtuh.
"Korupsi telah berkembang sampai pada sebuah titik di mana tidak bisa diperbaiki lagi. Warna negara ini akan berubah. Di masa depan, negara ini bisa hancur berantakan seperti Uni Soviet dan Blok Timur," tulis Yang dalam surat kabar People's Daily.
Baca juga:
Tragisnya kecelakaan beruntun puluhan kendaraan di China, 18 orang tewas
China rayu pemerintah jadi pemasok garam di Indonesia
Kasus pencurian 3 pebasket UCLA di China malah berujung damai
Mengintip kemegahan The Eye of Binhai, perpustakaan terindah milik China
Tawarkan 1,2 juta buku & arsitektur futuristik, China resmikan perpustakaan terkeren
Usai festival belanja online, begini kesibukan pengiriman paket di China