Pertama kalinya sejak 1980, wanita Iran diizinkan nonton Piala Dunia di stadion
Pertama kalinya sejak 1980, wanita Iran diizinkan nonton Piala Dunia di stadion. Mereka ingin menyaksikan pertandingan Iran versus Spanyol yang berlangsung dini hari tadi.
Pecinta sepak bola perempuan di Iran untuk pertama kalinya diizinkan menonton siaran langsung Piala Dunia di stadion, bergabung dengan penggemar sepak bola pria yang lainnya. Mereka ingin menyaksikan pertandingan Iran versus Spanyol yang berlangsung dini hari tadi.
Sebelum akhirnya diperbolehkan masuk ke stadion, pihak berwenang di Stadon Azadi, Teheran, sempat menahan para perempuan tersebut karena alasan teknis.
"Pertandingan antara Iran dan Spanyol tidak akan disiarkan di Stadion Azadi karena masalah infrastruktur. Karena tidak ada siaran, kami meminta dengan hormat untuk warga tercinta agar tidak datang ke stadion tersebut," demikian pengumuman diberikan pihak stadion, dikutip dari Washington Post, Kamis (21/6).
Namun setelah satu jam memberi pengumuman tersebut, polisi membatalkannya karena desakan para penonton. Akhirnya setelah satu jam, polisi pun memberi jalan bagi mereka.
Para penonton baik laki-laki maupun perempuan yang sudah berkumpul di depan stadion segera menyerbu tempat itu. Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, mulai dari tiket masuk, ponsel, hingga tongkat swafoto, para penonton pun diperbolehkan masuk.
Pelarangan Iran terhadap para wanita yang ingin menonton pertandingan olahraga pria telah memicu protes sejak lama. Hal itu terus menjadi pokok perdebatan hangat jelang perhelatan Piala Dunia. Awal tahun lalu, Iran kembali memperkuat larangan yang diperkenalkan oleh ulama Iran yang berkuasa setelah revolusi Islam 1979.
Namun pada Maret lalu, 35 wanita mencoba menyelinap ke Stadion Azadi untuk menyaksikan pertandingan dua klub sepak bola Iran. Setelah ketahuan, mereka pun ditahan oleh pihak berwenang.
Baca juga:
Gagal keren! Lemparan ke dalam pemain Iran ini kandas di tengah jalan
Gol Diego Costa tumbangkan Iran 1-0
Meski tak mudah lawan Iran, menang harga mati buat Spanyol
Turki, Rusia dan Iran lakukan pembicaraan konstitusi Suriah di Jenewa
Berkaca pada Jerman, Spanyol tak mau remehkan Iran
Iran: Program nuklir Israel ancaman nyata perdamaian dunia