Perseteruan Saudi-Kanada dan wajah asli Pangeran bin Salman
Perseteruan Saudi-Kanada dan wajah asli Pangeran bin Salman. Perseteruan diplomatik Saudi dengan Kanada pekan ini memperlihatkan rapuhnya sikap MBS.
Beberapa bulan lalu Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman (MBS) melakukan safari ke sejumlah negara Barat untuk mempromosikan visinya melakukan reformasi di Saudi. Dalam pertemuan dengan wartawan dan redaktur harian The Washington Post Maret lalu MBS mengatakan dia ingin menjadi perintis transformasi ekonomi yang akan membuat Timur Tengah menjadi 'Eropa Kedua'.
Tapi perseteruan diplomatik Saudi dengan Kanada pekan ini memperlihatkan rapuhnya sikap MBS.
Senin lalu Riyadh mengumumkan akan menunda hubungan dagang dengan Kanada dan mengusir duta besar Kanada. Saudi juga menarik dubesnya di Kanada.
Dikutip dari laman the Washington Post, Rabu (8/8) memanasnya hubungan diplomatik Saudi-Kanada ini diawali ketika Kanada mengkritik pemerintah Saudi yang menangkap sejumlah tokoh pegiat hak asasi manusia, termasuk Samar Badawi, adik perempuan dari narablog Raif Badawi (Istri dan tiga anaknya kini tinggal di Quebec dan menjadi warga Kanada tahun lalu).
"Kanada mendukung keluarga Badawi dan kami terus menyerukan dibebaskannya Raif dan Samar Badawi," cuit Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland, 2 Agustus lalu.
"Kanada sangat prihatin dengan ditangkapnya aktivis perempuan di Arab Saudi, termasuk Samar Badawi. Kami mendesak otoritas Saudi untuk segera membebaskan mereka dan pegiat HAM lainnya," kata pernyataan kantor Kementerian Luar Negeri Kanada di Twitter.
Saudi langsung bereaksi keras atas pernyataan itu dengan menyebut kanada sudah terang-terangan mencampuri urusan dalam negeri Kerajaan dan melanggar norma dan protokol internasional sekaligus mencampuri proses hukum dan melanggar kedaulatan Kerajaan.
Saudi juga kemudian melarang penerbangan dari dan ke Kanada serta meminta para pelajarnya di Kanada pulang.
Pengamat dari Yayasan Arab, Ali Shihabi mengatakan kepada Today's WorldView, MBS harus merespons sikap Barat dalam isu ini.
"MBS memandang dirinya sebagai sosok yang ingin memuluskan proses reformasi dan dia tidak mau ada kritik yang mempersulit dirinya, meski dari sekutu Saudi sekalipun," kata Shihabi.
Namun perseteruan ini memperlihatkan gaya MBS yang keras.
Pengamat menyebut meski MBS ingin mereformasi Saudi dari segi ekonomi dan sosial serta mencabut sejumlah larangan tapi dia sudah mengirimkan pesan jelas: tidak ada toleransi bagi ekspresi politik.
Baca juga:
Pertikaian diplomatik, Saudi larang penerbangan ke Kanada dan pulangkan pelajar
Tak diterima dikritik soal pelanggaran HAM, Saudi usir dubes Kanada
Iran cemas Saudi gunakan dana haji buat perang di Yaman
5 Negara dengan harga BBM termurah di dunia
Raja Saudi liburan ke kota bisnis bernilai USD 500 miliar
Menteri Saudi: Haji hanya untuk ibadah, bukan politik