Peretas Sasar Sejumlah Situs Media Besar Rusia, Tulis Pesan "Hentikan Perang"
Situs web beberapa media Rusia dan Belarusia menjadi target peretasan pada Senin. Tampilan halaman utama situs tersebut diganti dengan pesan 'hentikan perang'.
Situs web beberapa media Rusia dan Belarusia menjadi target peretasan pada Senin. Tampilan halaman utama situs tersebut diganti dengan pesan 'hentikan perang'.
Kumpulan peretas 'Anonymous' mengklaim berada di balik peretasan tersebut.
Situs web TASS, Kommersant, RBK, Izvestia, Fontanka, juga beberapa situs media di Belarusia, menjadi target dan tak bisa diakses.
Ini menyusul deklarasi 'perang siber' terhadap Rusia yang dikeluarkan Anonymous pada 25 Februari, sehari setelah Rusia menyerang Ukraina.
Dikutip dari laman Russia Today, Selasa (1/3), pada halaman utama situs-situs tersebut, terlihat sebuah pesan dari Anonymous yang berbunyi atas nama "bukan jurnalis Rusia yang masa bodoh."
Pesan itu juga mendesak warga agar "menghentikan kegilaan ini" dan jangan mengirim "putra serta suami mereka kepada kematian." Pesan tersebut, diduga dari jurnalis, mengatakan Putin "membuat kami berbohong dan membahayakan kami."
"Kita dikucilkan dari seluruh dunia, mereka berhenti membeli minyak dan gas. Dalam beberapa tahun kita akan hidup seperti di Korea Utara. Mengapa kita perlu melakukan itu? Mencantumkan Putin dalam buku pelajaran? Ini bukan perang kita, ayo hentikan!" jelas pesan tersebut.
Serangan peretas pada Senin ini setelah serangan sebelumnya pada 25 Februari yang menyasar beberapa situs web termasuk situs Russia Today dan situs Kremlin dan Duma (parlemen Rusia).
Kumpulan peretas Anonymous juga pernah menargetkan situs web pemerintah AS, CIA, dan lainnya.
Kelompok peretas ini tidak memiliki hierarki kepemimpinan dan operasinya berkaitan dengan sejumlah isu dari beragam perspektif politik.
Baca juga:
Jokowi: Waspada Harga Pangan dan Inflasi Meroket Akibat Perang Rusia-Ukraina
Harga Minyak Imbas Rusia vs Ukraina, Jokowi: Karena Perang Makin Naik
Inggris Sarankan Warganya Tak Bepergian ke Rusia
Tentara Rusia: Warga Sipil Ukraina Bisa Tinggalkan Kiev dengan Bebas
Presiden Jokowi: Perang di Ukraina Buat Ketidakpastian Global
Perundingan Berlangsung 5 Jam, Rusia-Ukraina Bahas Gencatan Senjata