Perdana menteri dan kabinet Ukraina mundur
Meski demikian kabinet tetap bekerja hingga terbentuk pemerintah baru.
Perdana Menteri Ukraina Nikolay Azarov dan kabinetnya resmi mengundurkan diri dan sudah disahkan oleh Presiden Viktor Yanukovych. Meski kabinet mundur namun mereka masih akan terus bekerja hingga pemerintah baru terbentuk.
Surat kabar Russia Today melaporkan, Rabu (29/1), Azarov mengatakan pengunduran dirinya lantaran didorong keinginan menyelesaikan krisis di negaranya. Demonstran memang menyerukan pemerintahan Ukraina mundur.
"Demi mencapai solusi damai konflik dan mampu mengkompromikan kondisi sosial dan politik, saya membuat keputusan pribadi meminta presiden menerima pengunduran diri saya dari jabatan perdana menteri," Azarov menuliskan dalam sebuah pernyataan.
Dia menambahkan krisis politik saat ini menjadi ancaman bagi pembangunan negara dan kesejahteraan setiap warga. Azarov mengakui pemerintah sudah berupaya mengatasi konflik dengan tenang agar pertumpahan darah tidak terjadi.
Azarov merupakan politisi paling lama di Ukraina. Dia mengklaim selalu bertindak terbaik bagi negaranya. "Paling penting sekarang bersatu dan ini jauh lebih baik ketimbang memiliki rencana dan ambisi pribadi," ujarnya.
Baca juga:
Pemerintah Ukraina 'bunuh' internet di negaranya
Secercah harapan oposisi Ukraina
Huru-hara tak kunjung reda di Ukraina
Seorang lelaki tewas tergantung di lapangan Kiev
Ultimatum bagi sang presiden