Penusukan acak di London diduga terorisme, satu tewas enam luka
Pelaku berusia 19 tahun sudah ditangkap oleh Kepolisian Inggris
Seorang lelaki melakukan penusukan acak di Ibu Kota London, Inggris, Rabu (3/8) malam waktu setempat. Penikaman acak ini menewaskan satu orang, menyebabkan enam lainnya terluka. Kepolisian Inggris sempat menduga motif pelaku adalah terorisme.
BBC melaporkan kejadian penusukan berantai ini terjadi di kawasan Bloombury berlanjut hingga Russel Square. Korban tewas adalah seorang perempuan 60 tahun yang pertama kali ditusuk oleh pelaku. "Wanita itu sempat dirawat di tempat kejadian, namun kemudian kondisinya memburuk sehingga meninggal," kata Mark Rowley, juru bicara Scotland Yard.
Selang satu jam setelah penusukan acak itu dilaporkan orang-orang, polisi berhasil menangkap seorang tersangka. Pria itu ditahan, setelah sebelumnya dilumpuhkan menggunakan sengatan listrik."Indikasi awal menunjukkan gangguan jiwa adalah faktor signifikan dalam kasus ini. Tapi kami tetap tidak mencoret dugaan soal terorisme," imbuh Rowley.
Belum ada identitas detail yang diungkap mengenai tersangka kecuali bahwa dia berusia 19 tahun. Kondisi korban tusukan lainnya terus dipantau oleh polisi, karena ada informasi satu orang masih kritis.
Kepolisian Metropolitan London mengerahkan hampir 600 personel untuk mengamankan distrik-distrik ramai penduduk. Apalagi setelah intelijen bilang ada dugaan motif terorisme dari penusukan kemarin malam.
Baca juga:
Pembunuh berantai khusus gay asal Inggris diadili
Gadis ini bersin 8.000 kali sehari, tak bisa diobati
Lebih parah dari mall Jakarta, cari parkir di Inggris sampai 4 jam
Bersiul goda wanita di kota ini langsung ditangkap polisi
Ini sosok wanita yang jadi Perdana Menteri baru Inggris
Paus: Tidak adil jika Islam disalahkan tiap kali terjadi terorisme
Perang kini kembali ke tanah airnya
Jabhat al-Nusra berpisah dari Al Qaeda, fokus gulingkan Assad
ISIS menggorok pendeta berjasa bantu pembangunan masjid di Prancis