Penembakan Mengerikan di Gereja Michigan Tewaskan 4 Orang
4 orang dilaporkan tewas usai kejadian itu. Lalu, siapa pelaku penembakan dan apa motifnya?
Setidaknya empat orang kehilangan nyawa dan beberapa lainnya mengalami luka-luka setelah seorang pria bersenjata menabrakkan mobilnya ke sebuah gereja di Michigan, kemudian melepaskan tembakan dan membakar bangunan tersebut.
Insiden tersebut terjadi pada Minggu pagi di Gereja Yesus Kristus yang terletak di Grand Blanc, sekitar 100 kilometer barat laut Detroit, saat ratusan jemaat sedang mengikuti kebaktian.
Pelaku, yang diidentifikasi sebagai Thomas Jacob Sanford, seorang pria berusia 40 tahun dari Burton, Michigan, tewas ditembak oleh polisi di area parkir gereja hanya delapan menit setelah aksinya, menurut laporan dari BBC pada Senin (29/9).
"Kami tengah menyelidiki insiden ini sebagai tindakan kekerasan yang ditargetkan, meskipun motifnya masih belum jelas," ungkap Kepala Polisi Grand Blanc, William Renye, dalam konferensi pers yang diadakan.
Api yang muncul setelah penembakan tersebut juga telah menghancurkan sebagian besar bangunan gereja, sementara beberapa orang dilaporkan masih hilang.
Kronologi kejadian dimulai sekitar pukul 10.25 waktu setempat, ketika Sanford menabrakkan kendaraannya ke gereja. Ia kemudian keluar dengan membawa senapan serbu dan mulai menembaki jemaat yang ada di dalam.
Polisi segera merespons situasi tersebut dan terlibat dalam baku tembak dengan pelaku. Sanford akhirnya berhasil dilumpuhkan dan dinyatakan tewas pada pukul 10.33.
"Kami masih menelusuri asal mula api, tetapi indikasi awal menunjukkan bahwa pelaku sengaja menyalakannya," kata Renye.
Saat ini, FBI memimpin penyelidikan, mengerahkan tim tanggap krisis, teknisi bom, serta ratusan agen untuk memeriksa lokasi kejadian, termasuk properti pribadi Sanford dan catatan telepon selulernya.
Di samping itu, polisi negara bagian Michigan juga menangani laporan ancaman bom di beberapa lokasi lainnya. "Kami telah mengamankan dan memastikan bahwa area-area tersebut aman," jelas juru bicara Kim Vetter.
Pihak gereja mengonfirmasi
Gereja Yesus Kristus telah mengonfirmasi terjadinya insiden tersebut. Dalam pernyataan resmi mereka, disebutkan bahwa seorang pria bersenjata melepaskan tembakan saat ibadah berlangsung, dan banyak yang terluka.
"Kami berdoa bagi kedamaian dan kesembuhan semua pihak yang terdampak," tulisnya.
Sementara itu, Presiden Donald Trump mengungkapkan pandangannya mengenai penembakan ini di akun Truth Social-nya, dengan menyebutnya sebagai "serangan terarah terhadap umat Kristen di Amerika Serikat."
Ia juga menegaskan bahwa FBI akan memimpin penyelidikan federal terkait kejadian tersebut. Hal ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap keamanan komunitas beragama.
"Kekerasan di rumah ibadah sungguh memilukan dan mengerikan. Mari kita doakan para korban tragedi ini," tulis Jaksa Agung AS, Pam Bondi di akun X-nya.
Gubernur Michigan, Gretchen Whitmer, juga mengecam insiden tersebut dengan tegas. Ia menegaskan bahwa kekerasan di mana pun, terlebih di tempat ibadah, sama sekali tidak bisa diterima. .
Di sisi lain, Mitt Romney, mantan senator dari Utah yang merupakan tokoh terkemuka komunitas Mormon, menyebut penembakan ini sebagai tragedi besar.
"Saudara-saudari saya di gereja menjadi korban kekerasan. Doa saya bersama mereka untuk pemulihan dan penghiburan," ungkapnya.