LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Penelitian Inggris: Antibodi Terhadap Covid-19 Tidak Bertahan Lama

ilmuwan di Imperial College London melacak tingkat antibodi pada populasi Inggris setelah gelombang pertama infeksi Covid-19 pada Maret dan April. Mereka menemukan, prevalensi antibodi turun dari 6 persen populasi sekitar akhir Juni menjadi 4,4 persen pada September.

2020-10-27 15:57:43
vaksin covid-19
Advertisement

Penelitian di Inggris kemarin menemukan, antibodi terhadap virus corona penyebab penyakit Covid-19 menurun dengan cepat selama musim panas. Para peneliti mengatakan, perlindungan setelah infeksi tidak dapat bertahan lama dan meningkatkan prospek kekebalan yang memudar di masyarakat.

Dilansir dari France 24, Selasa (27/10), ilmuwan di Imperial College London melacak tingkat antibodi pada populasi Inggris setelah gelombang pertama infeksi Covid-19 pada Maret dan April. Mereka menemukan, prevalensi antibodi turun dari 6 persen populasi sekitar akhir Juni menjadi 4,4 persen pada September.

Hal tersebut meningkatkan prospek penurunan kekebalan populasi menjelang gelombang kedua infeksi, dan telah menyebabkan karantina serta pembatasan lokal dalam beberapa pekan terakhir.

Advertisement

Meskipun kekebalan terhadap virus corona adalah isu yang kompleks dan keruh, dan dapat dibantu oleh sel T serta sel B yang dapat merangsang produksi antibodi yang cepat setelah terpapar ulang oleh virus, para peneliti mengatakan pengalaman virus corona lainnya membuat kekebalan yang disarankan mungkin tidak bertahan.

“Kami dapat melihat antibodi dan kami dapat melihat mereka menurun dan kami tahu bahwa antibodi itu sendiri cukup melindungi,” jelas Wendy Barclay, Kepala Departemen Penyakit Menular di Imperial College London kepada wartawan.

“Berdasarkan bukti yang seimbang, saya akan mengatakan dengan apa yang kita ketahui tentang virus corona lain, tampaknya kekebalan menurun pada tingkat yang sama dengan penurunan antibodi, dan ini merupakan indikasi menurunnya kekebalan pada tingkat populasi,” tambahnya.

Advertisement

Barclay juga mengatakan bahwa berkurangnya antibodi yang cepat dari infeksi tidak selalu berimplikasi pada kemanjuran kandidat vaksin yang saat ini dalam uji klinis. Sebaliknya, vaksin yang baik mungkin lebih baik daripada kekebalan alami.

Reporter Magang: Galya Nge

Baca juga:
Spanyol Umumkan Keadaan Darurat, Berlakukan Jam Malam karena Pandemi Covid-19
China Tes Massal Satu Kota di Xinjiang Setelah Ditemukan Kasus Covid-19
Ahli Penyakit AS: Dampak Vaksin Covid-19 Baru akan Terlihat Kuartal Ketiga 2021
Para Ahli Sebut Vaksin Covid-19 Bisa Menjangkau Seluruh Masyarakat Dunia Akhir 2023
China Masih Larang Masuk Turis Asing dan Warganya Berwisata ke Luar Negeri
Presiden Brasil Tegaskan Tak akan Beli Vaksin Covid-19 Buatan Sinovac China

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.