LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Pendukung Trump ditangkap bikin bom pipa dan ancam Muslim

Dia sudah diincar polisi setempat selama lebih dari dua pekan.

2015-12-22 15:16:19
Terorisme
Advertisement

William Celli (55) dicokok polisi usai dimata-matai selama lebih dari dua pekan. Pria ini ditangkap lantaran membangun bom pipa dan juga mengancam Muslim.

Celli juga diketahui pendukung berat bakal calon presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Pria California ini dicokok pada Minggu siang waktu setempat di Richmond, California, Amerika Serikat. Sebelumnya, polisi sendiri telah menggeledah rumahnya dan ditemukan bahan serta alat untuk membuat bom pipa.

Advertisement

Dilansir dari the Guardian, Selasa (22/12), Celli juga merupakan seorang rasis. Dari akun sosial media Facebook miliknya, lelaki ini diketahui sering sekali mengancam para muslim di Amerika.

Penah suatu kali dia menulis dan mengklaim anggota masjid di daerahnya merayakan penyerangan di Paris dan dia menyarankan seluruh muslim di Amerika seharusnya dikembalikan 'ke asalnya'.

Dia sendiri pernah mengunggah foto bom pipa yang ditaruh di atas meja di luar sebuah rumah, dengan tulisan, "Saya bangun semua ini sendirian."

Advertisement

Teman kecil Celli, Maria DiLoreto Banks mengatakan mendapat informasi mengenai temannya itu dari kepolisian sejak dua pekan lalu.

"Saya hanya berpikir mereka berbohong karena saya tidak mendengar apa pun mengenai dia," sahut Banks.

Bukti dia penggemar berat Donald Trump juga ditampilkan di Facebook. Dia mengharapkan pengusaha tajir Negeri Paman Sam itu menjadi Presiden Amerika Serikat selanjutnya.

"Donald Trump kembali beraksi. Saya senang pemimpin sekarang, dia oke, namun pria ini tahu poin untuk menjadi panutan. Saya akan mengikuti PRIA ini sampai ke ujung dunia," tulis Celli pada 21 Oktober silam.

Investigasi pada Celli bermula sejak 4 Desember, kala itu, seorang anggota masjid al-Rahman melapor pada polisi bahwa Celli berteriak mengancam anggota masjid lainnya pada saat salat Jumat.

Kini, Celli masih diperiksa polisi. Untuk sementara, dia dituduh melakukan tindakan teror dengan mengancam, dan kepemilikan barang teroris.

Baca juga:
Trump makin unggul, pemilih Republik dukung larangan muslim masuk AS
Warga Amerika lebih suka orang muslim dibanding Donald Trump
Putin ternyata kagumi Donald Trump, sebut sang capres 'bertalenta'
Makin akrab, Trump sebut Putin tak mungkin bunuh wartawan

(mdk/ard)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.