LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Pendiri WikiLeaks Julian Assange Terancam Diekstradisi ke AS dan Dibui 5 Tahun

Sejak tahun 2012, Assange, yang juga juru bicara WikiLeaks, hidup di bawah perlindungan diplomatik Ekuador di London. Akan tetapi pada Kamis pagi waktu setempat, pihak kedutaan menarik suaka Assange dan memanggil petugas polisi untuk menangkapnya.

2019-04-12 18:28:11
Julian Assange
Advertisement

Pendiri WikiLeaks, Julian Assange, kemarin ditangkap polisi Inggris di London. Dia dibawa dari Kedutaan Ekuador tempat dia mendapat suaka politik selama ini.

Asange terancam diekstradisi ke Amerika Serikat dan bisa dihukum maksimal lima tahun penjara. Polisi Inggris membenarkan mantan jurnalis asal Australia itu ditangkap "atas nama otoritas AS."

Kantor Kejaksaan AS untuk Distrik Bagian Timur Virginia mengatakan bahwa Assange bisa menghadapi hukuman hingga lima tahun penjara dengan tuduhan "konspirasi untuk melakukan pembobolan komputer", terkait dengan bocornya ratusan ribu data diplomatik AS tahun 2010.

Advertisement

Sejak tahun 2012, Assange, yang juga juru bicara WikiLeaks, hidup di bawah perlindungan diplomatik Ekuador di London. Akan tetapi pada Kamis pagi waktu setempat, pihak kedutaan menarik suaka Assange dan memanggil petugas polisi untuk menangkapnya.

Saat hendak diringkus, sebelum diborgol dan diseret masuk ke dalam mobil polisi, Assange sempat berteriak, "Ini melanggar hukum, saya tidak mau dibawa," menurut jaksa.

Presiden Ekuador, Lenin Moreno, menyampaikan bahwa izin penangkapan Assange diberikan kepada kepolisian di London atas alasan peringai buruk Assange selama berada di kedutaan.

Advertisement

Assange dapat dijatuhi hukuman hingga satu tahun penjara di Inggris, tetapi mungkin diekstradisi ke AS sebelum menjalani hukuman.

"Dokumen untuk proses ekstradisi harus disahkan dalam kurun waktu 65 hari,” kata pengacara Assam Liam Walker kepada TIME, yang dikutip pada Jumat (12/4/2019).

Julian Assange menerima suaka diplomatik dari Ekuador setelah melanggar jaminan di Inggris selama penyelidikan dugaan kekerasan seksual di Swedia.

Swedia telah mencabut surat perintah penangkapan untuk bos WikiLeaks itu, meskipun kasusnya tidak ditutup.

Julian Assange, namanya jadi terkenal pada 2010 ketika situsnya, WikiLeaks, menayangkan cache kebocoran dari militer AS yang disediakan oleh mantan analis intelijen Angkatan Darat AS, Chelsea Manning, termasuk video pasukan AS yang diduga membunuh warga sipil.

Jaksa AS menuduh Assange telah membantu Manning memecahkan kata sandi untuk mengakses jaringan pemerintah di komputer Departemen Pertahanan. Manning kemudian mengunduh catatan rahasia dan mengirimnya ke Wikileaks.

"Memecahkan kata sandi bisa memungkinkan Manning untuk meretas komputer-komputer di bawah nama pengguna yang bukan miliknya," ujar kantor pengacara AS.

Dalam sebuah klip yang diunggah di Twitter pada Kamis kemarin, Presiden Ekuador Lenin Moreno mengkritik perilaku Assange yang "tidak sopan dan agresif" selama berada di kedutaan.

Ia menambahkan, sikap jelek Assange telah mengarahkan situasi ke titik di mana suaka terhadapnya tidak dapat dipertahankan lagi. Moreno menjabat sebagai presiden Ekuador pada Mei 2017, menggantikan Rafael Correa yang telah memperpanjang suaka terhadap Assange.

"Dia (Assange) telah melanggar norma terkait ikut campurnya terhadap urusan internal negara-negara lain," papar Moreno dalam rekaman itu.

Ekuador khawatir Assange bisa membahayakan posisi negara ini di panggung internasional, karena Assange terus membeberkan rahasia pada WikiLeaks melalui fasilitas di kedutaan. "Kesabaran Ekuador telah mencapai batasnya," tegas Moreno.

Reporter: Afra Augesti

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Siapa dan Apa Peran Julian Assange Sampai AS Ingin Mengadilinya?
Polisi Inggris Tangkap Julian Asange di London
Bocoran WikiLeaks soal Saudi: 'Gulingkan rezim Suriah, main cantik dengan Rusia'
Pendiri Wikileaks resmi jadi buronan kelas wahid pemerintah AS
WikiLeaks ungkap cara CIA retas ponsel, WhatsApp, komputer
WikiLeaks ungkap hubungan menantu Erdogan dengan ISIS

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.