Pemilu tuntas, Australia belum punya pemerintahan baru
PM Malcolm Turnbull masih yakin partainya menang. Lembaga survei memprediksi selisih suara tipis
Tiga hari berselang usai penutupan pemilihan umum di Australia. Namun, belum ada partai didaulat mejadi pemenang.
Secara resmi pemilu dimulai dengan agenda menghitung lebih dari satu juta suara masuk, beserta segelintir kursi penting penentu siapa yang duduk di pemerintahan nasional berikutnya, sumber Komisi Pemilu Australia.
Walau begitu, pemerintah mengatakan hasil akhir pernghitungan suara belum dapat diketahui minimal hingga jangka waktu satu pekan.
Diberitakan Sydney Morning Herald, Selasa (5/7), Perdana Menteri Malcolm Turnbull telah menolak panggilan untuk mundur usai mendulang suara rendah untuk Partai Liberal atau Koalisi Nasional pemerintahan.
"Penghitungan (suara) masih berlanjut dan kita tetap percaya diri bahwa kita cukup aman dalam perolehan jumlah kursi mayoritas parlemen. Semua suara sudah masuk, itu hal baik dan kini sederhanamya adalah tinggal menunggu hitungan mereka," kata Turnbull dengan percayaan diri dalam mempertahankan kekuasaannya kepada wartawan.
Seorang praktisi akademis ilmu politik dari Universitas Nasional Australia, Ian McAllister, pemilu dalam satu tahun adalah sesuatu ang mungkin-mungkin saja, bila mana tidak ada partai berkuasa yang bisa membuat stabilitas di pemerintahan.
"Tetapi hal tersebut bagi Koalisi tidak akan jadi lebih baik dari pemilu lainnya, lantaran hanya akan terlihat buruk dan lebih buruk lagi," ujarnya.
Baca juga:
Melihat uniknya pemungutan suara Pemilu Australia di Antartika
Partai Seks dan Ganja di Australia berkoalisi hadapi pemilu
Mobil dibakar dan dirusak saat jamaah masjid Perth salat tarawih
Anggap anak sendiri, ibu ini ajak boneka bayi jalan-jalan & belanja
36 ton daging Australia diangkut ke Indonesia lewat jalur udara