36 ton daging Australia diangkut ke Indonesia lewat jalur udara
Merdeka.com - Perusahaan daging sapi impor, PT Impexsindo Pratama terus meningkatkan stok di Indonesia dengan mengimpor daging dari Australia. Upaya ini sebagai langkah untuk mendukung usaha pemerintah dalam menekan harga daging yang saat ini masih bertahan tinggi.
General Manajer PT Impexindo Pratama, Fenny mengatakan, penambahan stok ini merupakan langkah serius perusahaannya untuk membantu pemerintah dalam menekan harga daging.
"Ini merupakan upaya kami dalam membantu pemerintah untuk menekan harga daging hingga menjadi di bawah Rp 80.000 per kilogram, makanya kami langsung mengirim dari Australia dengan menggunakan pesawat," ujarnya melalui siaran pers, Jakarta, Kamis (23/6).
Fenny mengatakan, stok daging sapi telah ditambah melalui angkutan udara sekitar 36 ton. Menurutnya, daging akan langsung dikirim ke pasar setelah melalui proses pemeriksaan dari Bea dan Cukai serta Badan Karantina Kesehatan Hewan.
"36 ton daging ini akan dikeluarkan secara bertahap, kemungkinan hingga besok baru bisa dikirim seluruhnya ke pasar," kata Fenny.
Fenny menambahkan, pengiriman daging juga akan dilakukan melalui jalur laut. Ada sekitar 16 kontainer dengan masing-masing berat 20 ton daging yang siap dikirim pada minggu depan. "Kami akan terus menambah stok daging hingga lebaran nanti," ujarnya.
Menurutnya, antusias masyarakat terhadap penjualan daging dengan harga Rp 79.000 per kg untuk daging khas dan Rp 60.000 per kg untuk daging berlemak cukup tinggi. Selama penjualan beberapa hari lalu, untuk daging knuckle sudah terjual 20,270 ton, untuk chuck tender terjual hingga 5,412 ton, dan daging 85cl sudah terjual 345 ton.
"Kami ingin membantu masyarakat kecil dan menengah serta menekan harga daging sehingga masyarakat bisa menikmati daging sapi dengan kualitas yang baik dan harganya terjangkau di saat lebaran nanti," ungkapnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya