Pembelaan Rusia atas Insiden Pembantaian Warga di Bucha Ukraina
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dalam jumpa pers dengan Arab League Contact Group, mengatakan Moskow akan mengungkap semua "kepalsuan" tentang operasi militer Rusia di Ukraina, seperti dugaan pengeboman rumah sakit bersalin di Mariupol.
Negara Barat sontak mendukung tudingan pemerintah Ukraina yang menyebut pasukan Rusia membunuh warga sipil di Kota Bucha. Dan mereka berjanji akan mengambil tindakan untuk menghukum Rusia sebelum penyelidikan atas kejadian itu digelar. Moskow membantah semua tudingan itu dan menyebutnya sebagai provokasi yang dilakukan Kiev.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dalam jumpa pers dengan Arab League Contact Group, mengatakan Moskow akan mengungkap semua "kepalsuan" tentang operasi militer Rusia di Ukraina, seperti dugaan pengeboman rumah sakit bersalin di Mariupol.
Lavrov menekankan, sebelumnya sudah banyak kasus di mana berita bohong muncul di media, jenis propaganda yang terorganisir, tapi ketika kebenaran muncul "tidak seorang pun yang membicarakannya." Dia mengatakan pasukan Rusia sudah meninggalkan Bucha pada 30 Maret dan tidak ada laporan warga sipil tewas hingga baru-baru ini.
"Tiga hari setelahnya, wali kota Bucha mengatakan di televisi, kehidupan sudah kembali normal, pasukan Ukraina sudah ada di lokasi, (media) memperlihatkan jalanan yang tidak ada mayat warga sipil. Tapi tiga hari kemudian rupanya mereka memutuskan untuk membuat video rekayasa," kata Lavrov, seperti dilansir laman Sputnik News, Senin (4/4).
Kini video rekayasa tentang Bucha sudah muncul di negara-negara Barat, terutama di Inggris, kata Lavrov. "Kami akan membongkar kepalsuan ini," kata dia.
Kejahatan yang dilakukan pasukan Ukraina, dipimpin oleh para nasionalis, tidak akan dibiarkan, lanjut Lavrov. Dia mengatakan Moskow bekerja sama dengan pihak lain untuk menyeret para pelaku sesuai hukum internasional didukung bukti yang kuat.
Lavrov mengungkapkan, upaya Rusia untuk membahas insiden Bucha ini di Dewan Keamanan PBB tidak berhasil karena ditolak oleh Inggris.
Baca juga:
Ukraina Klaim 18.300 Tentara Rusia Terbunuh dalam Perang
Wajah Muram Zelensky Saat Datangi Lokasi Mayat Bergelimpangan di Bucha Ukraina
Rusia Selidiki 'Provokasi' Ukraina Atas Kematian Warga Sipil di Bucha
Rusia Ubah Strategi Perang di Ukraina, Fokus Rebut Wilayah Donbas
Rusia Sebut Foto Rekayasa Korban Warga Sipil di Ukraina 'Pesanan' AS
Citra Satelit Perlihatkan Kuburan Massal di Bucha Ukraina
Sekjen PBB Serukan Penyelidikan Independen Atas Kematian Warga Sipil di Ukraina
Nestapa Muslim Ukraina Jalani Ramadan di Tengah Dentuman Perang
Rusia Bantah Bunuh Warga Sipil Ukraina, Sebut Foto Korban Direkayasa oleh Kiev