LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Pembayaran denda tahanan korupsi di Saudi mencapai USD 107 miliar

Jaksa Agung Arab Saudi, Sheikh Saud Al-Mojeb, mengatakan saat ini tinggal 56 tersangka korupsi berada dalam tahanan dari 381 orang yang sebelumnya ditahan. Para tahanan yang terdiri dari pangeran, pejabat, hingga pelaku bisnis itu sebagian besar dibebaskan setelah terbukti tidak bersalah atau bersedia membayar denda.

2018-01-31 11:10:08
Kediktatoran Arab Saudi
Advertisement

Jaksa Agung Arab Saudi, Sheikh Saud Al-Mojeb, mengatakan saat ini tinggal 56 tersangka korupsi berada dalam tahanan dari 381 orang yang sebelumnya ditahan. Para tahanan yang terdiri dari pangeran, pejabat, hingga pelaku bisnis itu sebagian besar dibebaskan setelah terbukti tidak bersalah atau bersedia membayar denda.

"Kami memutuskan untuk membebaskan semua yang tidak terbukti bersalah dan juga pihak lain yang menyetujui melakukan kesepakatan dengan membayar denda setelah mengakui tuduhan korupsi," katanya dikutip dari laman Arab News, Rabu (31/1).

Mojeb menambahkan total denda yang dibayarkan tersangka hingga saat ini mencapai USD 107 miliar, di mana hasilnya ada dalam berbagai bentuk aset.

Advertisement

Sementara itu, seorang pejabat Saudi mengatakan bahwa pihak berwenang sudah tidak lagi menahan para tersangka di Hotel Ritz-Carlton Riyadh. Sebelumnya, hotel mewah itu dijadikan pusat interogasi para tahanan diduga melakukan korupsi.

"Tidak ada lagi tahanan yang tersisa di Ritz-Carlton," tegas pejabat yang menolak menyebutkan nama itu.

Meski demikian, pejabat tersebut enggan menyebutkan di mana sisa para tahanan itu ditempatkan saat ini. Mereka yang ditahan masih berada dalam penyelidikan karena prosedur hukumnya belum selesai.

Advertisement

Beberapa meyakini para tahanan itu dipindahkan dari Hotel Ritz-Carlton ke penjara karena menolak mengakui kesalahan dan tidak setuju membayar denda diminta pemerintah. Meski demikian, hal itu tidak pernah terbukti kebenarannya.

Beberapa waktu lalu, Pangeran Arab Saudi Alwaleed bin Talal diwawancarai di rumah tahanannya di Hotel Ritz-Carlton untuk menepis segala kabar burung tentangnya, terutama yang mengatakan bahwa dia ditahan di penjara dan disiksa selama masa tahanan.

"Saya dirawat dengan baik di sini. Rumor tentang penganiayaan dan pemindahan tahanan dari hotel ke penjara benar-benar salah," tegasnya.

Pangeran Alwaleed merupakan salah satu yang menolak membayar denda dalam jumlah fantastis demi kebebasan. Dia ingin tetap memegang kendali penuh atas perusahaan investasi globalnya, Kingdom Holding, tanpa menyerahkan aset sedikitpun kepada pemerintah.

Dia merupakan salah satu orang terkaya di Saudi. Jumlah kekayaan bersihnya diperkirakan mencapai USD 17 miliar. Kingdom Holdings miliknya memiliki saham diberbagai perusahaan seperti Twitter Inc (TWTR.N) dan Citigroup Inc (C.N). Selain itu, dia juga berinvestasi di hotel-hotel terkemuka seperti George V di Paris dan Plaza di New York.

Pangeran Alwaleed dituduh melakukan pencucian uang, penyuapan, dan pemerasan. Namun, ada sejumlah pihak yang meyakini penangkapan tersebut dilakukan karena pemerintah ingin membangun sebuah pemukiman dengan para tersangka sebagai pemberi modalnya.

Pemerintah meyakini bisa menghasilkan sampai USD 100 miliar dengan cara ini. Dengan harga minyak di negara tersebut yang semakin menurun, jumlah tersebut seperti rezeki nomplok bagi pemerintah.

Baca juga:
Pertama kalinya bioskop dibuka di Arab Saudi setelah 35 tahun
Ketika perempuan Arab Saudi kucing-kucingan menyetir mobil
Saudi larang jemaah umrah Qatar masuk Masjidil Haram di Makkah
PRT di Saudi dipotong tangan oleh majikan akibat mencoba kabur
Diprotes warga usai blokir pantai, Raja Saudi persingkat liburan

(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.