Pangeran Salman diam-diam bertemu Netanyahu di Yordania
Pangeran Salman diam-diam bertemu Netanyahu di Yordania. Kabar itu dilaporkan koran Israel, Maariv, Jumat lalu.
Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara rahasia di Amman, Yordania. Kabar itu dilaporkan koran Israel, Maariv, Jumat lalu.
Kedua tokoh itu bertemu di Istana Kerajaan Yordania seiring kunjungan penasihat Gedung Putih yang juga menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Jared Kushner dan Perwakilan AS untuk Timur Tengah jason Greenblatt.
Mengutip sumber, laporan Maariv mengatakan pertemuan Salman dan Netanyahu terjadi dua kali dan salah satunya dihadiri Raja Yordania Abdullah, seperti dilansir laman Press TV, Sabtu (24/6).
Seorang pengamat politik yang menulis di koran Israel itu, Jacky Hugi, mengatakan "Seorang teman dekat mengatakan kepada saya soal pertemuan itu. Kedua pihak bertemu langsung, baik Saudi dan Israel, dengan bantuan Raja Abdullah."
Israel dan Saudi tidak punya hubungan diplomatik namun sudah menjadi rahasia umum keduanya kerap menjalin hubungan dan kerja sama. Laporan teranyar menyebut kedua pemimpin sedang bekerja sama membangun hubungan resmi.
Kushner dan Greenblaat menjadi utusan Presiden Trump buat membahas rencana perdamaian versi Washington di wilayah Palestina yang diduduki Israel. Keduanya bertemu para pejabat Saudi, Mesir, Yordania, dan Qatar.
Menurut pernyataan gedung Putih, utusan AS itu bertemu Pangeran bin Salman Rabu lalu. Mereka membahas peningkatan kerja sama antara AS dan Saudi serta bantuan kemanusiaan untuk Gaza dan memfasilitasi perdamaian antara Israel dan Palestina.
Baca juga:
Istri Netanyahu didakwa kasus penggelapan, beli makanan hingga Rp 1,4 miliar
Kepada Netanyahu, Macron tegaskan tetap komitmen pada kesepakatan nuklir Iran
Turki dan Israel saling usir duta besar karena pembantaian warga Palestina
4 Kepala negara ini kekejamannya disamakan dengan Adolf Hitler
Lewat telepon Putin ingatkan Netanyahu jangan cari gara-gara di Suriah
Erdogan sebut Israel sebagai penjajah dan teroris