Kepada Netanyahu, Macron tegaskan tetap komitmen pada kesepakatan nuklir Iran
Merdeka.com - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang sedang berkunjung. Bahwa kesepakatan nuklir Iran 2015 mesti dipelihara atau keamanan di Tel Aviv dan wilayah tersebut akan terancam.
"Saya kembali menyampaikan kepada perdana menteri, keyakinan saya yang mendalam yang dipegang oleh mitra Eropa kami. Bahwa kesepakatan 2015 mesti dipertahankan untuk memantau kegiatan nuklir," kata Macron kepada wartawan, dikutip dari Antara.
Walau begitu, kata Macron, Prancis masih belum bisa menganggap bahwa kesepakatan itu sebagai sesuatu yang memadai atau sepenuhnya memuaskan. Namun, ia menyatakan bahwa kesepakatan nuklir adalah salah satu langkah.
Macron menyeru semua sekutu dan mitranya agar memusatkan perhatian (mendorong) pada kestabilan wilayah dengan mempertahankan kesepakatan nuklir, yang memungkinkan untuk memantau aktivitas nuklir Iran.
Kesepakatan tersebut, yang secara resmi dikenal dengan nama Rencana Aksi Menyeluruh Bersama (JCPOA), menghentikan sanksi atas Iran sebagai imbalan bagi tindakan Teheran membatasi program nuklirnya.
Presiden AS Donald Trump telah memutuskan untuk keluar dari kesepakatan itu, yang sebelumnya telah dicapai pada Pemerintah Barack Obama. Trump memiliki alasan karena kesepakatan itu belum sepenuhnya menangani program rudal balistik Iran, atau perannya dalam konflik di Yaman serta Suriah.
Teheran telah mengancam jika kesepakatan nuklir tersebut tak bisa membawa kepentingan Iran berdasarkan kesepakatan itu, Iran akan keluar dan melanjutkan kegiatan nuklirnya dengan kecepatan penuh.
Presiden Prancis memperingatkan mengenai risiko ketegangan yang meningkat akibat pertikaian mengenai nuklir Iran, meminta "setiap orang agar menjaga kestabilan keadaan dan tidak menyerah pada peningkatan, yang akan mengarah kepada satu hal: konflik".
Netanyahu dengan keras menentang kesepakatan nuklir itu, mengatakan, "Sudah tiba waktunya untuk menerapkan langkah atas Iran sehingga negara tersebut tak bisa bergerak maju". Sebabnya karena ancaman besar dunia hari ini adalah senjata nuklir di tangah rezim radikal seperti Iran", ujarnya.
(mdk/frh)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya