Otak pelaku Teror Paris tak pernah salat di masjid
Hal itu dikatakan kakak perempuannya.
Sebagai sosok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) Abdul Hamid Abu Aud, 28 tahun, otak pelaku Teror Paris yang dipastikan tewas dalam penggerebekan polisi dua hari lalu di Saint Denis dikatakan tidak pernah pergi ke masjid.
Hal itu terungkap lewat pengakuan keluarganya, yakni kakak perempuan Abu Aud, Yasmina.
Dalam wawancara dengan koran the New York Times Januari lalu, Yasmina menuturkan, Abu Aud tidak menunjukkan ketertarikannya terhadap agama Islam sebelum berangkat ke Suriah pada 2013 untuk bergabung dengan ISIS.
"Dia bahkan tidak pergi ke masjid," ujar Yasmina, seperti dilansir koran the Independent, Kamis (19/11).
Layaknya orang-orang yang tertarik bergabung dengan ISIS, Abu Aud lebih haus kekuasaan dan kekerasan, ketimbang soal agama Islam.
Lelaki kelahiran Belgia ini dibesarkan di kawasan Molenbeek. Dia sempat belajar di sekolah Katolik sebelum akhirnya dikeluarkan dan mulai menyukai obat-obatan dan suka mencuri.
Keluarga menyatakan sangat terkejut ketika dia membawa adiknya yang berumur 13 tahun, Younes, ke Suriah pada Januari 2014.
Setelah dia mengalami cuci otak di Suriah, Abu Aud kembali ke Eropa melalui Athena, Yunani.
Baca juga:
Dikira teroris, pemain bola keturunan Indonesia dilaporkan ke polisi
Wanita pelaku Teror Paris tidak pernah baca Alquran
Otak pelaku Teror Paris dipastikan tewas
Wanita ini tak jadi ditembak sebab senjata pelaku Teror Paris macet
Kisah ISIS dihajar di Twitter, dibungkam Telegram