LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Organisasi & Aktivis HAM Asal Rusia, Ukraina, & Belarusia Raih Nobel Perdamaian 2022

Hadiah untuk pemenang penghargaan paling bergengsi di dunia ini sebesar 10 juta Krona Swedia atau sekitar Rp13,7 miliar yang akan dibagi tiga.

2022-10-07 17:21:39
Nobel Perdamaian
Advertisement

Nobel Perdamaian 2022 dimenangkan oleh organisaai hak asasi manusia (HAM) asal Rusia (Memorial) dan Ukraina (Center for Civil Liberties), serta aktivis HAM Belarusia, Ales Bialiatski. Pengumuman disampaikan komite Nobel Norwegia pada Jumat (7/10).

"Pemenang Nobel Perdamaian mewakili masyarakat sipil di negara asal mereka. Mereka selama bertahun-tahun telah memperjuangkan hak untuk mengkritik kekuasaan dan melindungi hak-hak fundamental warga," jelas komite Nobel dalam keterangan persnya, dikutip dari laman Nobel Prize.

Komite Nobel menilai, tiga pemenang ini telah melakukan upaya luar biasa besar dalam mendokumentasikan kejahatan perang, pelanggaran HAM, dan penyalahgunaan kekuasaan.

Advertisement

"Bersama-sama mereka menunjukkan pentingnya masyarakat sipil untuk perdamaian dan demokrasi," jelasnya.

Memorial dibentuk para aktivis HAM pada 1987, yang saat itu masih menjadi Uni Soviet. Tujuannya adalah untuk mengungkap pelanggaran HAM dan kekejaman era Stalin.

Menurut komite Nobel, Memorial ingin memastikan para korban penindasan rezim komunis tidak akan pernah dilupakan. Pada 2009, kepala cabang Memorial di Chechnya, Natalia Estemirova dibunuh karena aktivitas mereka. Pada Desember tahun lalu, Mahkamah Agung Rusia memerintahkan penutupan Memorial International.

Advertisement

Ales Bialiatski merupakan pendiri Viasna, organisasi HAM yang mendokumentasikan dan memprotes otoritas atas penyiksaan terhadap tahanan politik. Dia salah satu inisiator gerakan demokrasi pada pertengahan 1980-an di Belarusia.

"Dia mengabdikan hidupnya untuk memperjuangkan demokrasi dan perdamaian di negaranya," jelas komite Nobel.

Pemerintah berusaha membungkamnya dan dia dipenjara tanpa diadili sejak 2020.

Center for Civil Liberties didirikan di Kiev pada 2007 bertujuan untuk memajukan HAM dan demokrasi di Ukraina. Kelompok ini mendorong pemerintah menjadikan Ukraina sebagai negara demokrasi penuh.

Setelah invasi Rusia di Ukraina pada Februari lalu, kelompok ini terlibat dalam upaya mengidentifikasi dan mendokumentasikan kejahatan perang Rusia terhadap warga sipil Ukraina.

Hadiah untuk pemenang penghargaan paling bergengsi di dunia ini sebesar 10 juta Krona Swedia atau sekitar Rp13,7 miliar yang akan dibagi tiga, dilansir CNN. Para pemenang akan menerima penghargaan tersebut secara resmi pada 10 Desember mendatang, saat peringatan kematian Alfred Nobel.

Baca juga:
Sejarah Hadiah Nobel, Penghargaan Paling Bergengsi di Dunia
Kunjungi Ukraina-Rusia Demi Perdamaian, Jokowi Dinilai Pantas Raih Nobel
Medali Nobel Perdamaian Jurnalis Rusia Terjual Rp1,5 Triliun
Jurnalis Rusia Pemenang Nobel Perdamaian Jual Hadiahnya untuk Anak-Anak Ukraina
Pemenang Nobel Perdamaian Asal Rusia Lelang Medalinya untuk Pengungsi Ukraina
Dunia Putin dan Bagaimana Koran Rusia Peraih Nobel Meliput Perang di Ukraina

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.