Dunia Putin dan Bagaimana Koran Rusia Peraih Nobel Meliput Perang di Ukraina
Merdeka.com - Tahun lalu Dmitry Muratov, pemimpin redaksi koran independen Rusia Novaya Gazeta, meraih penghargaan Nobel Perdamaian bersama jurnalis Filipina Maria Ressa, salah satu pendiri Rappler, media daring di Manila. Selama lebih dari tiga dasawarsa, di bawah kepemimpinan Muratov, harian Novaya Gazeta mampu bertahan dari berbagai ancaman setelah menulis tentang korupsi pemerintah dan dunia bisnis, politik Kremlin, serta konflik bersenjata dari mulai Chechnya hingga ke sebelah timur Ukraina. Sejumlah jurnalis andalan mereka harus membayar mahal atas keberanian itu: pada 2006, penulis Anna Politkovskaya ditembak mati di apartemennya.
Jurnalis Masha Gessen menulis tentang profil Muratov dan koran yang dipimpinnya, "Koran ini bukan, katakanlah, Times atau majalah investigasi kiri Mother Jones yang juga berada di posisi yang tidak mudah. Bayangkan, tidak seperti Village Voice tahun 1980-an yang didanai masyarakat tapi masih beroperasi, seperti gerakan Occupy Wall Street. Novaya Gazeta adalah institusi komunitas dan kemanusiaan dan ini sangat kacau." Ketika Nobel diumumkan, Muratov, pria tegap berjenggot yang baru saja berusia 60 tahun itu mengajak teman-temannya merayakan dengan minum sampanye dan vodka di kantor mereka di Moskow.
Tentu saja saat ini tidak ada perayaan apa pun karena koran ini sedang berjuang meliput invasi Rusia ke Ukraina. Saat pasukan Rusia menyerbu Kiev, Kharkiv, dan kota Ukraina lainnya, Muratov menulis di media sosial, koran edisi berikutnya akan terbit dalam dua bahasa, baik Ukraina dan Rusia. Perbincangan the New Yorker dengan Muratov akhirnya tercapai di tengah jadwal kerjanya yang padat dengan rapat redaksi, demo turun ke jalan, dan berbagai telepon larut malam.
Dmitry, bagaimana reaksimu, pegawaimu dan Novaya Gazeta terhadap invasi Rusia ke Ukraina? Apakah pemerintah menekan Anda lebih keras dari sebelumnya?
Kami berkumpul di kantor redaksi beberapa jam lebih awal. Semua orang sudah cukup paham Putin, dengan keputusannya, sudah menghancurkan masa depan generasi muda, negara ini akan menjadi paria, dan kami tidak mungkin mendukung perang. Manajer kami membawa rompi antipeluru dan helm dari gudang yang sudah tidak dipakai selama beberapa tahun. Tekanan kepada Novaya Gazeta dan media lain segera muncul. Ini jadi tidak masuk akal. Kami mendapat perintah untuk melarang penggunaan kata "perang," "penjajah", "invasi". Tapi kami tetap memakai kata perang untuk perang. Kami tinggal menunggu akibatnya.
Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov mengumumkan pasukan Rusia akan "membebaskan" warga Kiev. Apakah kita bisa mengetahui seberapa efektif propaganda ini terhadap rakyat Rusia?
Elit penguasa, termasuk Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov, menyingkap jati diri mereka sendiri kepada dunia untuk bergantung kepada rakyat, orang yang tunduk patuh kepada kemauan Putin. Tampaknya mereka sudah menelan propaganda mereka sendiri dan akhirnya harus mempercayainya.
Meski ada ancaman dan larangan, unjuk rasa menentang perang tetap terjadi di Moskow, St Petersburg dan banyak kota lain di Rusia. Apakah Anda berharap ini makin menyebar, atau ini akan ditumpas sepenuhnya? Sejauh mana sentimen antiperang ini akan berlangsung? dan apakah sentimen ini akan melampaui orang-orang terbatas yang membaca Novaya Gazeta, menonton TV Rain dan mendengarkan Echo of Moscow?
Orang-orang tidak mendukung perang, terutama perang dengan Ukraina. Lebih dari sepertiga masuk kategori menentang aksi militer. Tidak ada demo yang mendukung perang. Saat ini sudah ada satu juta orang menandatangani petisi "Tidak Mau Perang" di situs Change.org. Intelektual Rusia juga sudah menyatakan sikap: penulis, penulis skenario, jurnalis, ilmuwan. Hampir 30 media independen juga terus menerus menulis pernyataan menentang perang. Jadi saat ini, perbedaan di tengah masyarakat tidak ada.
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comDari luar, Putin tampaknya tidak mendapatkan suara yang bertentangan dari para penasihat dan lingkar kekuasaannya. Dia kelihatannya sudah mempertimbangkan bisa menerima sanksi negara Barat. Apakah ada yang bisa menghentikan atau menghalanginya untuk menguasai Ukraina?
Putin tidak percaya negara Barat. Dia masih bingung dengan "nilai-nilai Barat". Dia mengumpulkan para mantan kanselir, perdana menteri, menteri-menteri dari Eropa dan menempatkan mereka di perusahaan negara atau perusahaan yang dekat dengan pemerintah. Mereka punya harga tapi tidak punya nilai. Menurut saya begitulah cara dia berpikir.
Sedangkan untuk hal yang bisa menghentikan atau menghalanginya menaklukkan Ukraina, rasanya ini sulit. Para pendukungnya tidak ada yang berani berterus terang. Sampai sejauh mana Putin akan bergerak--tidak ada yang tahu. Tentu, dia berusaha memahami konsepnya sendiri tentang gambaran dunia dan Ukraina. Untuk melakukan itu dia punya pasukan. Saya tidak berharap banyak dengan negosiasi soal Ukraina karena juru runding Vladimir Medinsky, mantan menteri kebudayaan, sangat memegang prinsip "kebenaran adalah apa yang menguntungkan bagi Rusia." Ini konyol.
Apakah mungkin untuk menggambarkan psikologi Putin? Dalam jangka panjang, apa tujuannya mengerahkan tentara ke Ukraina? Setelah dia menguasai Kiev, menangkap Zelensky--jika dia berhasil--lalu apa?
Itu pertanyaan sulit. Saya pikir dia ingin memecah belah Ukraina. Wilayah sebelah barat Ukraina, yang pusatnya di Lviv, idenya adalah biarkan mereka maunya apa. Di tengah Ukraina, yang pusatnya di Kiev, akan memiliki pemerintahan yang sesuai keinginan Putin, lebih pro ke Moskow, bukan ke Barat. Dan untuk di wilayah timur, keseluruhan Donabas akan diterima bergabung dengan Rusia. Sekitar delapan ratus ribu orang di sana baru saja menerima paspor Rusia.
Putin sudah berkuasa selama 22 tahun. Apakah tindakannya di Ukraina sesuai dengan apa yang Anda saksikan di masa lalu, atau apakah ada yang berubah? Mengapa dia melakukan ini, meski berbagai contoh kejadian mengingatkan bahwa invasi dan penjajahan tidak saja salah secara moral, tapi juga menjadi bencana strategis?
Saya tidak tahu informasi apa yang membuat Putin mengambil keputusan untuk menyerang. Tentu ini ada kaitannya dengan ultimatum terhadap AS, soal ekspansi NATO. Orang Rusia tidak paham dengan ancaman ini: NATO tidak pernah menyerang Rusia. Soal orang fasis Ukraina yang berkuasa saat ini--ini juga tidak jelas. Orang-orang bertanya diam-diam, apakah Zelensky Yahudi? Putin berperang melawan sebuah negara yang kehilangan delapan juta penduduknya pada Perang Dunia Kedua. Saya hanya menduga, bagi Putin, Perang Dunia Kedua belum berakhir, dan dia secara pribadi ingin memenangkannya.
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comApa yang membuat koran Anda bisa terus berkembang. Apakah Anda punya reporter di Ukraina? Apa yang mereka katakan tentang situasi ini?
Kami akan terus bekerja selama kami bisa. Kami punya lebih dari 30 juta pembaca di jejaring sosial. Dalam beberapa hari terakhir kami mempunyai lebih dari 4,5 juta pembaca di situs kami. Menurut saya, kami cukup berhasil di masa sulit ini. Itu karena kami tidak peduli dengan rekomendasi pemerintah soal sudut pandang kami terhadap suatu peristiwa. Kami bekerja sesuai standar kami. Kami percaya dengan koresponden khusus kami yang bekerja di Ukraina dan orang-orang di ruang redaksi yang memverifikasi setiap fakta. Saya khawatir dengan jurnalis kami yang bekerja di medan perang dan di daerah perbatasan--dan mereka yang meliput unjuk rasa di Moskow. Saya berharap kami bisa menjaga semua orang aman.
Apa yang akan terjadi dengan Novaya Gazeta dalam beberapa pekan mendatang?
Kami semua sepakat, di ruang redaksi, yang utama adalah jangan membuat kacau--kami tidak mengkhianati para pembaca yang terus membutuhkan informasi yang terverifikasi. Kami tidak akan jadi propagandis. Kami menghormati kedaulatan Ukraina--dan kedaulatan Novaya Gazeta.
Penyerbuan ini tidak seperti yang Putin bayangkan. Rusia banyak mengalami kekalahan. Ekonomi terpuruk. Negara terkucilkan. Apakah ini bisa membuat Putin jatuh?
Putin tidak akan turun dari kekuasaan atas kemauannya sendiri. Pemungutan suara yang mengubah konstitusi Rusia hingga membolehkan dia melanjutkan masa jabatan sebagai presiden, menjadi semacam referendum bagi dia. Dia mendapat 77,9 persen suara, menurut angka resmi dan ini memberi dia kepercayaan diri atas kekuasaannya. Para pendukungnya cukup yakin "Tanpa Putin, tidak ada Rusia." Ketua parlemen, Duma, mengatakan ini. Tapi generasi muda Rusia yang kini masa depannya terenggut, tidak lagi percaya ini.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya