Operasi 'Berburu Rubah' ala China tangkap 800 koruptor
Aksi mereka lebih gila dari KPK, memburu maling kakap di 40 negara. Ratusan ditahan kurang dari 2 tahun.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menghasilkan kerja luar biasa sejak pertama kali dibentuk pada 2003. Beberapa koruptor kakap, dari nyaris seratus tersangka, yang berhasil masuk bui misalnya Artalyta Suryani, Jaksa Urip Tri Gunawan, M. Nazaruddin, hingga belakangan mantan Ketua MK Akil Mochtar.
Tapi kinerja KPK lebih banyak berurusan dengan kasus di dalam negeri. Tersangka-tersangka yang ada di negara lain kemudian ditangkap, hanya bisa dihitung jari. Tentu kita ingat cerita lembaga superbody itu menjemput Nazaruddin atau Nunun Nurbaetie. Padahal sudah jadi rahasia umum, bila banyak tersangka korupsi di Tanah Air kabur ke Singapura, Hong Kong, atau China daratan.
Nah, sebagai perbandingan, mari kita lihat aksi Kementerian Ketertiban Umum China yang lebih gila. Mulai tahun lalu, 20 tim penyidik disebar ke seluruh dunia. Mereka diminta melacak aset dan keberadaan para koruptor yang kabur dari Negeri Tirai Bambu. Nama operasi ini "Berburu Rubah".
Beberapa dari mereka adalah pemain lama, yang sudah menggarong uang rakyat sejak 1980-an, tapi kemudian kabur ketika China mulai keras pada korupsi di awal abad 21. Tak cuma pejabat negara, pengusaha pun jadi incaran.
Hasilnya, 750 pegawai negeri yang kabur ke Malaysia, Kamboja, Thailand, Inggris, hingga Amerika Serikat telah dipulangkan. Pemerintah Negeri Panda mengklaim, hasil kerja mereka berhasil menyelamatkan USD 1,5 miliar.
Itu kinerja tim tersebut tahun lalu. Tim pemburu rubah tak ragu memasuki yuridiksi negara lain, demi mengamankan kembali aset negara. Total sudah ada 40 negara didatangi tim khusus ini, termasuk Indonesia.
Wakil Direktur Tim Pemburu Rubah Liu Dong menegaskan pihaknya menghormati hukum negara lain. Tapi, dia memastikan tidak akan membiarkan tersangka yang mereka incar mencari perlindungan hukum. "Kami akan memburu mereka dan menyeret mereka ke pengadilan, di manapun para koruptor itu bersembunyi," kata Liu seperti dilansir Telegraph, Sabtu (1/11).
Jika tahun lalu ratusan maling uang rakyat sudah ditangkap bagaimana dengan 2014? Tak kalah mengesankan.
Pemerintah pusat di Beijing akhir pekan ini mengumumkan 104 tersangka korupsi sudah ditahan sejak awal tahun. Sedangkan selama Juli saja, ada 76 orang tersangka yang menyerahkan diri sebelum dicokok tim pemburu rubah.
Tim ini berhasil menciduk ratusan koruptor, karena keberhasilan lobi pemerintah China. Negara besar seperti AS, Australia, atau negara-negara Eropa diminta tidak melindungi rekening bank tersangka koruptor. Hasilnya, para tersangka yang dibidik ruang geraknya terbatas lantaran tak punya aset likuid.
Paling baru, adalah Gao Xinyuan. Dia membalik nama aset BUMN di China, lalu kabur ke Sydney, Australia berbekal uang USD 1,2 juta. Tapi ketika rekeningnya dibekukan, Gao menyerah. Dia sudah dibawa pulang ke Negeri Tirai Bambu.
Jadi, apa pemerintah dan KPK hendak meniru pola kerja para pemburu rubah?
Baca juga:
Nekat korupsi, menteri sampai jenderal di China ini dihukum mati
Hukuman ngeri, tersangka korupsi di China ramai-ramai bunuh diri
Bikin PNS kecanduan, Mahjong bakal dilarang di China
Aksi-aksi nekat bunuh diri di China dengan alasan konyol
Ini 5 Perwira militer China yang didakwa mata-mata oleh AS
Unik, taman seluas 40 Meter persegi ini tumbuh di atas apartemen