LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Ogah imunisasi anak karena agama, 471 orang dicokok polisi Pakistan

Ribuan orang tua di Peshawar menuding vaksin polio adalah upaya Barat melemahkan umat Islam.

2015-03-04 09:52:00
Pakistan
Advertisement

Kepolisian Pakistan, atas permintaan Dinas Kesehatan di Provinsi Khyber, menangkap ratusan orang tua yang menolak anaknya diimunisasi polio. Rata-rata para orang tua itu tidak mau anaknya diberi kekebalan tubuh karena alasan agama. Sebagian, secara politis, menuding imunisasi adalah upaya ilmuwan Barat melemahkan umat Islam.

Stasiun televisi Aljazeera, Rabu (4/3), menyatakan sebanyak 471 orang terpaksa ditangkap akibat sengaja mengikutsertakan anaknya ke program imunisasi. "Jumlah ini bisa bertambah karena cukup banyak yang menolak anaknya divaksin," kata seorang polisi di Kota Peshawar.

Dinas Kesehatan Pakistan gerah dengan argumen orang tua menolak vaksin. Kenyataannya, Pakistan adalah salah satu negara dengan tingkat penderita polio tertinggi. Sepanjang 2014, ada laporan 306 kasus polio, jumlah yang banyak di era modern ini.

Advertisement

"Maka dari itu tidak ada pilihan lain, kecuali meminta polisi bertindak tegas. Penolakan imunisasi ini sudah kronis," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Khyber Pervez Kamal.

Penolakan vaksinasi menjadi isu politik setelah Taliban cabang Pakistan menyerang tenaga medis yang datang ke desa-desa. Pada 2012, 64 pegawai dinas kesehatan dibantai oleh para militan, cuma gara-gara menggelar imunisasi polio.

Kampanye ulama garis keras di negara pecahan India itu pun tidak mendukung imunisasi. Lebih dari 60 ribu anak-anak tidak memiliki kekebalan buatan di Pakistan, akibat orang tua menolak vaksinasi.

Advertisement

Wilayah paling keras menolak vaksinasi apapun adalah Peshawar, melibatkan 14 ribu keluarga. Kebetulan, di daerah itulah bercokol Taliban.

"Kami tidak akan menyerah dengan penolakan imunisasi. Pemerintah memutuskan untuk bertindak tegas," kata Pejabat Pemprov Khyber Riaz Mehsud.

Baca juga:
Markas polisi di Pakistan diserang bom, 7 orang tewas di tempat
Sadis, masjid di Pakistan dibom saat Jumatan, 18 orang tewas
Cegah serangan Taliban, guru di Pakistan akan dipersenjatai
Mantan kekasih bintang pop AS Britney Spears ditembak mati Taliban
Militer Pakistan perketat keamanan sekolah yang diserang Taliban
Pesta pernikahan dihantam roket, 28 orang tewas di Afganistan

(mdk/ard)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.