LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Obama akui gagal kalahkan ISIS sebelum lengser dari jabatannya

AS batal mengirim pasukan darat ke Suriah. Obama hanya akan fokus mempersempit ruang gerak ISIS 9 bulan ke depan

2016-04-24 13:43:00
Amerika Serikat
Advertisement

Amerika Serikat sempat dikabarkan akan mengirim pasukan darat ke Suriah untuk menyerbu markas Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) sekaligus menggulingkan rezim Presiden Bashar al-Assad. Rencana Pentagon itu batal karena ditolak oleh Presiden Barack Obama.

Saat diwawancarai oleh BBC, Minggu (24/4), Presiden Negeri Adi Daya ini menjelaskan bahwa pendekatan militer tidak akan menyelesaikan konflik di Suriah.

"Pengiriman pasukan darat akan menjadi kesalahan terbesar Amerika Serikat," kata Obama.

Advertisement

Presiden kulit hitam pertama AS itu sekaligus pesimis ISIS bisa dikalahkan sebelum dia selesai menjabat. Masa jabatan periode kedua Obama akan berakhir sembilan bulan lagi.

"Setidaknya di waktu yang tersisa kami akan mempersempit ruang gerak ISIS," ujarnya.

Oktober 2015, Pentagon mengumumkan rencana mengirim pasukan khusus terdiri atas 50 personel ke Suriah. Pengiriman pasukan itu adalah bagian dari misi pelatihan dan bantuan bagi para kelompok pemberontak dalam memerangi ISIS.

Advertisement

Awalnya pengiriman pasukan ini bertujuan mengimbangi pengaruh Rusia yang mendatangkan lebih dari satu batalion pasukan darat, laut, maupun udara demi membantu rezim Assad dari ancaman pemberontak.

AS secara terbuka mendukung pasukan pemberontak Pembebasan Suriah (FSA) dalam bentuk bantuan dana, senjata, serta pelatihan sejak 2011. Assad dianggap AS mengganggu stabilitas Timur Tengah serta menggunakan senjata kimia kepada rakyatnya sendiri. Namun agenda Washington menggulingkan Assad tak kunjung tercapai.

Di tengah kekacauan itu, sejak pertengahan 2014 militan ISIS dari Irak merebut beberapa kota di utara Suriah, lalu membuat peta konflik semakin runyam. Alhasil di Suriah, tak jelas lagi siapa melawan pihak mana. Rusia akhirnya perlahan menarik mundur pasukannya mulai Maret 2016 karena posisi Assad dianggap sudah cukup kuat.

Konflik Suriah diperkirakan merenggut lebih dari 250 ribu korban jiwa. Jutaan warga terpaksa mengungsi ke Eropa dan negara-negara tetangga.

"Tidak ada solusi yang mudah untuk mengakhiri konflik di Suriah," kata Obama.

Baca juga:
Bukti tak dukung ISIS, Hamas kirim pasukan di perbatasan Mesir-Gaza
ISIS makin miskin, gaji pejuang harus rela dipotong setengah
Menteri pertahanan Prancis: ISIS bakal lenyap akhir tahun ini
ISIS eksekusi mati 250 wanita karena menolak jadi budak seks
Diselamatkan dari kepungan ISIS, TKI dari Subang segera pulang

(mdk/ard)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.