Bukti tak dukung ISIS, Hamas kirim pasukan di perbatasan Mesir-Gaza
Merdeka.com - Kelompok militan Hamas mengirimkan pasukan mereka ke perbatasan Mesir-Gaza sebagai bukti mereka tidak menyelundupkan kedatangan para militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), seperti yang dituduhkan oleh pemerintah Kairo. Sebelumnya, Negeri Piramida ini menyatakan Hamas menjadikan Gaza sebagai tempat perlindungan bagi para militan ISIS.
Hamas dituduh menyelundupkan militan ISIS lewat terowongan-terowongan bawah tanah. Mendengar tuduhan tersebut, pihak Hamas langsung membantahnya.
Pejabat tinggi keamanan Mesir dan Hamas mengatakan, keduanya telah menyetujui perjanjian untuk mengurangi adanya pasukan di wilayah perbatasan pada bulan lalu.
"Ini merupakan ketegasan Palestina untuk terus perketat keamanan di wilayah perbatasan dan tidak ada yang akan masuk ke Mesir melalui Gaza," kata juru bicara Hamas Sami Abu Zuhri, seperti dilaporkan Al Arabiya, Kamis (21/4).
Tak hanya untuk mengamankan perbatasan, Hamas juga berjanji untuk menghentikan pembangunan terowongan. Sementara itu, balasan dari Mesir adalah membuka pintu perbatasan Rafah yang merupakan gerbang satu-satunya Gaza menuju dunia luar, mengingat wilayah ini diblokade Israel.
Militer Hamas ditempatkan di perbatasan sepanjang 13 kilometer. Mereka menggunakan mobil bak terbuka untuk melakukan kontrol.
Hubungan Mesir dan Hamas sempat memburuk pada 2013. Kala itu, Presiden Mohammed Morsi digulingkan oleh militer.
Sementara, Mesir sejak 2014 terus memerangi ISIS. Mereka takut para militan kelompok teror itu masuk ke wilayahnya melewati terowongan bawah tanah di Gaza yang digunakan Hamas.
Namun, setelah melalui diskusi panjang dengan Hamas, akhirnya kelompok ini setuju untuk menutup terowongan tersebut dan digantikan dengan perbatasan Rafah.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya