Netanyahu Sebut Tak Akan Akhiri Perang Israel di Gaza, Hanya Ingin Gencatan Senjata Sementara
Israel telah membunuh hampir 53.000 warga Palestina di Gaza dalam perang genosida yang berlangsung sejak Oktober 2023.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan pada Selasa (13/5), pihaknya tidak akan mengakhiri perang di Gaza, tapi mungkin menerima usulan gencatan sementara, seperti dilaporkan Anadolu.
"Melenyapkan Hamas dan membebaskan semua tawanan kami – ini bisa berjalan beriringan," cetusnya saat mengunjungi tentara yang terluka, dikutip dari Middle East Monitor, Rabu (14/5).
"Hamas mungkin berkata 'oke – kami ingin membebaskan sepuluh orang lagi.' Tidak akan ada situasi di mana kami menghentikan perang," lanjut penjahat perang ini.
Menurut laporan Times of Israel, Netanyahu meyakinkan mitra koalisinya bahwa kecuali Hamas setuju untuk melucuti senjata, Israel hanya akan menerima gencatan senjata sementara untuk membebaskan beberapa tawanan.
"Dalam beberapa hari mendatang, kami akan masuk dengan kekuatan penuh untuk menyelesaikan operasi untuk mengalahkan Hamas. Pasukan kami sudah ada di sana sekarang," ujarnya.
Pada Senin, kantor Netanyahu mengatakan ia memerintahkan tim negosiasinya berangkat ke Qatar guna membahas kemungkinan gencatan senjata dan perjanjian pertukaran tahanan dengan Hamas. Delegasi tersebut diperkirakan akan tetap berada di Doha setidaknya sampai Kamis di tengah lawatan Presiden AS Donald Trump ke kawasan Teluk.
Hamas membebaskan tawanan Israel-Amerika Edan Alexander pada Senin setelah komunikasi dengan Washington sebagai bagian dari upaya yang sedang berlangsung untuk mengamankan gencatan senjata di Gaza.
Israel memperkirakan 58 tawanan Israel masih berada di Gaza, termasuk 21 orang yang masih hidup. Sementara itu, lebih dari 9.900 warga Palestina ditahan di penjara-penjara Israel, di mana mereka menghadapi penyiksaan, kelaparan, dan pengabaian medis—kondisi yang telah menyebabkan banyak kematian, menurut laporan oleh media Palestina dan Israel serta organisasi-organisasi hak asasi manusia.
Israel telah membunuh hampir 53.000 warga Palestina di Gaza dalam perang genosida yang berlangsung sejak Oktober 2023, sebagian besar perempuan dan anak-anak.