Negara Muslim Ini Larang Kurban Saat Iduladha, Terungkap Alasannya
Ini merupakan keputusan yang belum pernah diambil sebelumnya.
Maroko memberlakukan larangan nasional penyembelihan hewan kurban saat Iduladdha 2025, dengan segera menutup semua pasar ternak. Keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini mengikuti arahan Raja Mohammed VI, yang menyebutkan kekeringan yang parah dan tekanan ekonomi di negara itu sebagai alasan utama untuk menghentikan tradisi yang telah berlangsung selama berabad-abad.
Pemerintah provinsi memberlakukan penutupan pasar hewan musiman dan umum, dengan beberapa daerah memperluas pembatasan ke rumah pemotongan hewan kota dan penjualan peralatan pemotongan hewan, seperti dikutip dari laman Islamic Information, Minggu (8/6).
Larangan ini bertujuan untuk melindungi populasi ternak Maroko yang sangat terkuras setelah tiga tahun berturut-turut dilanda kekeringan ekstrem.
Menurut data resmi, tingkat atau volume air waduk telah anjlok hingga 23 persen dari kapasitasnya, sementara jumlah sapi dan domba turun lebih dari 40 persen sejak 2022. Masyarakat pedesaan—yang sudah menghadapi tekanan ekonomi akibat melonjaknya biaya pakan ternak—diprioritaskan dalam upaya konservasi.
“Melestarikan ternak yang tersisa sekarang menjadi masalah keamanan nasional,” kata Menteri Pertanian Mohammed Sadiki dalam sebuah pengarahan yang disiarkan televisi.
Pekerja musiman, tukang daging, dan pedagang kaki lima menghadapi kerugian pendapatan yang besar, karena Iduladha biasanya menghasilkan 60-80 persen dari pendapatan tahunan mereka.
“Meskipun kurban tetap merupakan Sunnah Mu’akkadah, keadaan darurat iklim kita mengizinkan penangguhannya,” jelas Menteri Urusan Islam, Ahmed Toufiq dalam pidatonya saat menyampaikan seruan Raja Mohammed VI.
Istana akan melakukan dua pengorbanan domba simbolis—satu untuk raja dan satu mewakili negara dan rakyatnya—untuk melestarikan esensi spiritual kurban.
Ulama di seluruh negeri mendukung keputusan tersebut, dengan mengutip yurisprudensi Islam yang memperbolehkan pengecualian selama masa paceklik atau krisis ekonomi.