Negara Afrika Ini Berani Usir Dubes Israel Saat Hadiri Peringatan Genosida Rwanda
Pengusiran ini memicu kecaman keras dari Israel yang masih melanjutkan perang genosidanya di Jalur Gaza, Palestina.
Duta Besar Israel untuk Ethiopia, Avraham Neguise, diusir dari konferensi peringatan genosida Rwanda di Mandela Hall, markas besar Uni Afrika di Addis Ababa pada Senin (7/4). Kejadian ini mengejutkan banyak pihak dan menimbulkan ketegangan diplomatik antara Israel dan beberapa negara Afrika.
Pengusiran tersebut terjadi setelah beberapa negara Afrika menolak kehadirannya, menyebabkan penundaan acara hingga Neguise meninggalkan ruangan. Uni Afrika sendiri tengah menyelidiki bagaimana Neguise bisa diundang ke acara tersebut.
Insiden ini bukan yang pertama kalinya. Sebelumnya, delegasi Israel juga pernah dikeluarkan dari acara pembukaan KTT Uni Afrika. Ketegangan ini berakar pada pencabutan status pengamat Israel di Uni Afrika pada tahun 2022, menyusul kecaman dari beberapa negara Afrika terhadap kekejaman Israel di wilayah Palestina. Banyak pemimpin Afrika menilai tindakan Israel bertentangan dengan nilai-nilai dasar Uni Afrika.
Kehadiran Duta Besar Neguise di acara peringatan genosida Rwanda menimbulkan kontroversi. Beberapa pihak menilai kehadirannya sebagai tindakan tidak sensitif dan politisasi acara peringatan yang seharusnya fokus pada penghormatan terhadap korban genosida. Israel sendir merupakan pelaku genosida yang masih berlangsung di Jalur Gaza, yang telah membunuh lebih dari 50.000 warga Palestina.
Sementara itu, pihak Israel mengecam tindakan pengusiran tersebut sebagai tindakan yang memalukan dan tidak menghormati memori korban genosida Rwanda.
Israel Tantrum
Kementerian Luar Negeri Israel mengecam keras tindakan pengusiran tersebut. Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Israel menyebut tindakan tersebut "sangat memalukan" dan "merendahkan memori para korban genosida Rwanda."
Mereka juga mengkritik Ketua Komisi Uni Afrika, Mahmoud Youssouf, yang berasal dari Djibouti, atas keputusannya tersebut. Menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Israel, pengusiran tersebut "menunjukkan pemahaman yang keliru tentang sejarah kedua bangsa, yaitu bangsa Rwanda dan bangsa Yahudi."
Israel menyatakan akan mengambil langkah-langkah diplomatik untuk mengatasi insiden ini. Pernyataan keras ini mencerminkan kekecewaan dan kemarahan Israel atas perlakuan yang dianggapnya tidak adil dan tidak pantas. Sementara itu, kelompok Hamas memuji tindakan Uni Afrika dan menyerukan boikot terhadap Israel sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina.
Avraham Neguise, yang sebelumnya menjabat sebagai anggota Knesset dari Partai Likud, telah menjabat sebagai duta besar untuk Ethiopia sejak Agustus 2024. Konferensi yang dihadiri Neguise adalah konferensi tahunan "Peringatan Genosida 1994 terhadap Tutsi di Rwanda," yang diadakan di Gedung Nelson Mandela di Markas Besar Uni Afrika. Mahmoud Youssouf, yang memimpin pengusiran tersebut, sebelumnya menjabat sebagai duta besar Djibouti untuk Mesir dan Perwakilan Tetap di Liga Arab.