LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

NATO Tak Berencana Kirim Pasukan Tempur ke Ukraina Jika Rusia Menyerang

Ketegangan Rusia-Ukraina meningkat dalam beberapa pekan terakhir, setelah Rusia mengerahkan pasukannya di sepanjang perbatasan dengan Ukraina, di mana sejumlah pihak beranggapan Rusia bersiap untuk menyerang negara tetangganya tersebut.

2022-01-31 10:17:54
Rusia dan Ukraina
Advertisement

NATO tidak ada rencana untuk mengerahkan pasukan tempur ke Ukraina yang bukan anggota NATO jika Rusia menyerang. Hal ini disampaikan Sekjen NATO, Jens Stoltenberg pada Minggu.

Dalam wawancaranya dengan televisi BBC, saat ditanya apakah dia akan mengesampingkan pengerahan pasukan NATO di Ukraina jika Rusia benar-benar menyerang, Stoltenberg menjawab: "Kami tidak ada rencana untuk mengerahkan pasukan tempur NATO ke Ukraina, kami fokus memberikan dukungan."

"Ada perbedaan antara menjadi anggota NATO dan menjadi rekan yang kuat dan sangat berharga seperti Ukraina. Tidak ada keraguan soal itu," jelasnya, dikutip dari Reuters, Senin (31/1).

Advertisement

Ketegangan Rusia-Ukraina meningkat dalam beberapa pekan terakhir, setelah Rusia mengerahkan pasukannya di sepanjang perbatasan dengan Ukraina, di mana sejumlah pihak beranggapan Rusia bersiap untuk menyerang negara tetangganya tersebut.

Pekan lalu,Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba menyampaikanusia belum mengumpulkan pasukan yang cukup untuk meluncurkan invasi skala penuh ke Ukraina.

Kuleba menyampaikan kepada wartawan di Kyiv, pasukan Rusia bisa menyerang Ukraina sewaktu-waktu, sebagaimana ketika Rusia mencaplok Krimea pada 2014, tapi saat ini Rusia tidak akan mampu melakukan serangan penuh.

Advertisement

"Jumlah pasukan Rusia yang berkumpul di sepanjang perbatasan Ukraina dan di wilayah yang diduduki itu besar, itu sebuah ancaman - ancaman langsung kepada Ukraina," jelas Kuleba, dikutip dari laman CNN, Kamis (27/1).

"Namun, seperti yang kita bahas jumlah ini tidak cukup untuk serangan skala penuh di sepanjang semua perbatasan Ukraina. Mereka juga kekurangan indikator militer penting dan sistem untuk melakukan serangan skala penuh yang besar," paparnya.

"Kita bisa mengatakan 100 kali sehari bahwa invasi sudah dekat, tapi ini tidak mengubah situasi di lapangan."

Ukraina telah memperingatkan bahwa Rusia berusaha mengacaukan negaranya menjelang invasi militer yang direncanakan. Kekuatan-kekuatan Barat berulang kali memperingatkan Rusia jangan melakukan langkah agresif lebih jauh terhadap Ukraina.

Kremlin membantah pihaknya berencana menyerang dan berpendapat dukungan NATO untuk Ukraina - termasuk pasokan senjata yang meningkat dan pelatihan militer - merupakan ancaman yang berkembang di sisi barat Rusia.

Baca juga:
Prangko Gambar Jenderal Soedirman Terbit di Ukraina
Menebak Teka Teki Geopolitik Vladimir Putin di Ukraina
Mengintip Tank-Tank Rusia Latihan Perang di Dekat Perbatasan Ukraina
VIDEO: AS Kirim 300 Rudal Canggih ke Ukraina, Jaga-Jaga Serangan dari Rusia
Krisis Rusia-Ukraina Berpotensi Ganggu Proses Pemulihan Ekonomi Indonesia
Ukraina: Jumlah Pasukan Rusia Saat Ini Tidak Cukup untuk Invasi Penuh

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.