Muslim Bangsamoro Menang Referendum di Filipina
Komisi Pemilihan Filipina secara resmi kemarin mengumumkan hasil referendum itu yang menyatakan sebanyak 85 persen pemilih menjawab 'Ya' untuk pembentukan wilayah otonomi.
Mayoritas warga muslim Bangsamoro di Mindanao, wilayah selatan Filipina, memilih setuju untuk perluasan wilayah otonomi dalam referendum Senin lalu.
Komisi Pemilihan Filipina secara resmi kemarin mengumumkan hasil referendum itu yang menyatakan sebanyak 85 persen pemilih menjawab 'Ya' untuk pembentukan wilayah otonomi.
Dengan kemenangan referendum ini maka membuka jalan untuk transisi selama tiga tahun menuju pemilihan anggota legislatif dan peluang untuk pembangunan infrastruktur, sekolah, layanan kesehatan, dan kesejahteraan sosial bagi sekitar 5 juta penduduk.
Dilansir dari laman the Jerusalem Post, Sabtu (26/1), referendum ini adalah bagian proses perdamaian antara kelompok separatis dan pemerintah Filipina untuk mengakhiri konflik selama lebih dari empat dekade yang membuat Mindanao menjadi kawasan termiskin di Asia.
Kondisi yang tidak stabil dan banyaknya pengangguran di kalangan usia muda membuat kawasan itu menjadi ladang subur bagi perekrutan kelompok separatis dan ekstremis Islam.
Komisi Pemilihan Filipina juga mengumumkan ratifikasi Undang-Undang Bangsamoro yang disepakati Juli tahun lalu untuk mengakhiri konflik.
"Kami sangat bersyukur dan bersemangat atas penerimaan serta dukungan dari warga untuk Undang-undang Kesetaraan Bangsamoro ini," kata Murad Ibrahim, komandan Barisan Pembebasan Islam Moro (MILF), kelompok pemberontak muslim terbesar di Fiklipina kepada Kyod News.
"Kami berharap hasil ini bisa menjadi instrumen untuk meraih kesuksesan dalam tahap perjuangan berikutnya, yaitu pengelolaan pemerintahan Bangsamoro," kata dia.
Wilayah Otonomi Muslim Mindanao (ARMM) yang ada saat ini meliputi kawasan provinsi Basilan, Lanao del Sur, Maguindanao, Sulu, dan Tawi-tawi serta Kota Marawi dan Lamitan. Berdasarkan undang-undang yang diratifikasi wilayah itu akan diperluas ke Cotabato City serta Provinsi Lanao del Norte dan Cotabato.
Baca juga:
Filipina perpanjang masa darurat militer di Mindanao
Ingin akhiri konflik, Duterte berjanji mengesahkan RUU Bangsamoro
RUU Usia Minimum Tahanan Anak Picu Aksi Protes Meluas di Filipina
WNI yang Disandera Abu Sayyaf Tahun Lalu Akhirnya Dibebaskan
Satu Nelayan WNI Kembali Dibebaskan dari Tawanan Abu Sayyaf Setelah Disandera 5 Bulan