LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Militer Filipina sebut jihadis Indonesia tewas di Marawi

Militer Filipina sebut jihadis Indonesia tewas di Marawi. Juru bicara militer Brigadir Jenderal Restituto Padilla dalam jumpa pers membenarkan ada 31 anggota Maute tewas terbunuh dalam bentrokan dengan pasukan Filipina, enam di antaranya jihadis asal Malaysia, Indonesia, dan militan asing lainnya.

2017-05-26 15:15:27
Filipina
Advertisement

Pemerintah Filipina melalui Jaksa Agung Muda Jose Calida hari ini mengatakan sejumlah militan asing bergabung dengan kelompok militan Maute di Marawi, Pulau Mindanao, dan bertempur melawan pasukan pemerintah.

"Warga Malaysia, Indonesia, Singapura dan jihadis asing lainnya," kata dia menyebut para jihadis asing dalam jumpa pers dengan pejabat Istana dan militer Filipina di Kota Davao, seperti dilansir laman Rappler, Jumat (26/5).

Dengan bergabungnya para militan asing itu, kata Calida, maka Maute sudah tidak bisa lagi disebut organisasi teroris lokal.

"Sebelumnya Maute hanya kelompok teroris lokal. Tapi sekarang mereka sudah menganut ideologi ISIS. Mereka ingin menjadikan Mindanao bagian dari kekhalifahan."

Juru bicara militer Brigadir Jenderal Restituto Padilla dalam jumpa pers itu membenarkan ada 31 anggota Maute tewas terbunuh dalam bentrokan dengan pasukan Filipina, enam di antaranya jihadis asal Malaysia, Indonesia, dan militan asing lainnya.

Militer Filipina menemukan paspor WNI yang diduga bergabung dengan kelompok Maute dalam bentrokan di Marawi. Kementerian Luar Negeri Indonesia mengatakan belum bisa memastikan kabar itu.

"Kami sudah mendengar adanya penemuan paspor WNI atas nama Al Amin di Marawi, namun kabar ini masih belum dikonfirmasi oleh pihak berwenang," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir yang ditemui usai menggelar jumpa pers di Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Jumat (26/5).

Advertisement

Selasa malam Presiden Rodrigo Duterte menyatakan keseluruhan Pulau Mindanao dalam keadaan darurat militer selama 60 hari setelah pertempuran terjadi antara militer dan militan Maute.

Baca juga:
Kondisi selatan Filipina memanas, darurat militer diberlakukan
Warga Kota Marawi di Filipina mengungsi akibat serbuan militan
Militan Maute sandera pendeta dan jemaat gereja di Filipina
Aksi tentara Filipina serang militan Maute di Kota Marawi
Militer Filipina bebaskan 78 sandera, bunuh 13 militan di Marawi
Paspor WNI diduga gabung ISIS ditemukan di Marawi, Filipina

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.