Militan Abu Sayyaf klaim ledakan bom di kampung halaman Duterte
Jubir Abu Sayyaf mengonfirmasi hal tersebut lewat pemberitaan stasiun radio lokal, DZMM.
Kelompok militan Abu Sayyaf mengaku bertanggung jawab atas insiden ledakan bom di kawasan Pasar Malam Roxas di Kota Davao City, Filipina. Juru Bicara Abu Sayyaf, Abu Rami mengonfirmasi hal tersebut.
"Kelompok kami memiliki serangan mematikan," katanya seperti dilaporkan siaran berita setempat, Radio DZMM, dikutip dari laman Inquirer.net, Sabtu (3/9) .
Menteri Dalam Negeri Filipina Mike Sueno mengatakan tim intelnya sudah menduga bila mereka (militan Abu Sayyaf) akan melakukan teror ini.
"Ya, kami telah menduga ini. Dua atau tiga hari lalu pa may intelijen na tayo mengatakan terkait hal ini," tutur Sueno.
Melalui sumber lain, dikutip dari Rappler.com, serangan militan Abu Sayyaf ini disebut sebagai 'panggilan pemersatu' dan peringatan terhadap pemerintah Filipina, di bawah mandat Duterte.
Seperti diketahui bom ini meledak di 'rumah' Presiden Rodrigo Duterte tersebut menewaskan 14 korban tewas dan 71 korban luka. Dia memerintahkan polisi dan militer memeriksa tiap mobil yang melintas di pos pemeriksaan.
"Kita harus melawan induk terorisme," kata Duterte. "Kasus ini akan ditangani polisi sebagai tindakan terorisme."
Meski begitu, penyebab ledakan itu hingga kini belum diketahui.
Kepala Polisi Manuel Gaerlan mengatakan sejumlah saksi memberikan keterangan berbeda. Sebagian mengatakan sebuah tabung gas meledak, sedangkan yang lainnya mengatakan bom.
Baca juga:
Jika Komjen BG jadi KaBIN harus melindungi WNI dari Abu Sayyaf
Deretan ekspresi murka Duterte kepada Abu Sayyaf
15 Tentara Filipina tewas saat perang lawan militan Abu Sayyaf
15 Tentara Filipina tewas saat perang lawan militan Abu Sayyaf
Presiden Filipina ngaku sempat kagum pada Abu Sayyaf
Militan pro-ISIS serbu penjara Filipina, bebaskan delapan anggota