LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Merasa terancam, pegiat anti-Islam batal tur ke Australia

Merasa terancam, pegiat anti-Islam batal tur ke Australia. Pegiat anti-Islam dari Belanda-Amerika Serikat, Ayaan Hirsi Ali, membatalkan turnya ke Australia dan Selandia Baru karena sejumlah alasan, salah satunya masalah keamanan.

2017-04-03 16:01:00
Islamofobia
Advertisement

Pegiat anti-Islam dari Belanda-Amerika Serikat, Ayaan Hirsi Ali, membatalkan turnya ke Australia dan Selandia Baru karena sejumlah alasan, salah satunya masalah keamanan.

Pegiat anti-Islam yang menyebut Islam sebagai agama "pemuja kehidupan setelah kematian" dan "fasisme baru" itu sebelumnya dijadwalkan mengunjungi Brisbane, Melbourne, Sydney, dan Auckland pada 6 sampai 9 April.

"Meski tur kali ini batal, Ayaan tetap berharap di masa mendatang upaya mereka datang ke Australia akan terlaksana dalam waktu yang tidak terlalu lama," demikian pernyataan pihak penyelenggara, Think Inc., seperti dilansir dari laman Asian Correspondent, Senin (3/4).

Ayaan diketahui merupakan seorang pegiat Anti-Islam yang lahir di Somalia. Dia kemudian mencari suaka ke Belanda karena menghindari upaya perjodohan yang dilakukan keluarganya.

Sejak saat itu, Ayaan mulai mengkritisi ajaran agama Islam dan mulai meninggalkan keyakinannya terhadap Tuhan. Dia merupakan pencetus kampanye yang menentang menyunat alat kelamin perempuan, perjodohan, dan ajaran Islam sendiri yang menurutnya merupakan upaya untuk membela hak-hak perempuan.

Ayaan juga pernah menjadi anggota Partai Kebebasan Sayap Kanan (PVV) yang dipimpin oleh politikus pembenci Islam Geert Wilders. Setelah Wilders kalah dalam pemilihan umum, Ayaan semakin giat mengampanyekan anti-Islam dan dibayar untuk menjadi pembicara di seluruh dunia.

Sejumlah kelompok wanita Muslim Australia yang menentang kunjungan Ayaan ke negaranya merilis video di media sosial Facebook yang menyatakan bahwa Ayaan bukan berbicara atas nama Islam dan dia bukanlah sekutu orang Muslim.

"Anda di sini hanya untuk mendapatkan keuntungan dari sebuah industri yang tidak memanusiakan kami. Bagaimana Anda bisa menyebut sebagai pembela kebebasan bagi kamu sementara Anda hanya bisa mengulang perkataan para penindas kami?" ucap seorang wanita dalam video kampanye tersebut.

Baca juga:
Parlemen Kanada nyatakan perang terhadap Islamofobia
Masjid Iowa terima ancaman, sebut Trump akan habisi Muslim
Poster usir warga muslim bertebaran di desa India
Pengadilan Eropa bolehkan perusahaan pecat pegawai berhijab
Menengok aktivitas muslim di Belanda jelang pemilu 15 Maret

(mdk/tyo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.