Menlu ucapkan bela sungkawa pada keluarga WNI korban bom Bangkok
Menlu sekaligus mengabarkan operasi satu WNI luka berat berinisial HI (61) dilaporkan sukses.
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno L.P. Marsudi mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya pada para korba bom Bangkok, terutama keluarga WNI yang jadi korban. Ucapan duka cita ini disampaikan pada saat pidato acara syukuran HUT Kementerian Luar Negeri di Pejambon, Jakarta.
"Ucapan dukacita dan keprihatinan mendalam juga kami ucapkan kepada para korban bom meledak di Bangkok, termasuk korban WNI. Satu WNI meninggal dan 1 luka-luka. Kami telah mendapat laporan pagi ini, operasi korban luka berhasil dengan baik dan kami berdoa semoga korban luka bisa segera pulih," kata Menlu Retno, Rabu (19/8).
Menlu Retno sekaligus mengutuk kejadian di Bangkok dua hari lalu. Pernyataan itu disampaikan di hadapan para menteri luar negeri anggota ASEAN. "Kita menyampaikan bahwa kami semua dengan keras mengutuk di manapun, kapanpun, siapapun yang melakukan tindakan teror tersebut," tegas Menlu Retno.
Bom Bangkok yang meledak dekat Kuil Erawan, tempat para turis berkumpul. Seorang WNI diketahui bernama Lioe Lie Tjing meninggal dunia, sementara suaminya, berinisial HI, masih berada di RS Huai Chiew. Kedua WNI berusia 61 tahun itu sedang berada di Bangkok untuk pelesir.
Keduanya berada di dekat Kuil Erawan ketika ledakan terjadi pada pukul 18.55. Total korban tewas mencapai 27 orang. Warga asing lain yang meregang nyawa berasal dari China, Singapura, Taiwan, Hong Kong, dan Malaysia.
Baca juga:
Ledakan bom di Bangkok, Kemenlu buru-buru cari tahu kondisi WNI
Petakan potensi WNI di luar negeri, Kemlu terbitkan kartu Diaspora
Hendak rayakan 17 Agustus, KJRI Sydney diteror 'darah'
Pasca-bom Bangkok, Kemlu ingatkan WNI hati-hati di Thailand
Kemlu buktikan negara hadir saat WNI alami bencana di luar negeri