LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Menlu Retno: Kedaulatan dan Teritori RI Tidak Dapat Ditawar Siapapun dan Kapanpun

Retno menyampaikan, ada tiga prioritas dalam diplomasi kedaulatan dan kebangsaan. Salah satunya adalah meningkatkan intensitas perundingan baik untuk batas maritim dan batas darat. Perundingan dilakukan dengan lima negara terkait batas maritim yaitu Malaysia, Filipina, Palau, dan Timor Leste.

2020-01-08 16:43:45
Menlu Retno Marsudi
Advertisement

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno LP Marsudi menegaskan Indonesia akan terus menolak klaim wilayah RI oleh negara lain yang tidak diakui oleh hukum internasional. Namun Retno tak secara khusus menyinggung negara mana yang dimaksudkan. Diketahui baru-baru ini kapal nelayan China dikawal kapal perang masuk ke perairan Indonesia di Natuna. Sikap China ini menuai protes.

Retno menyampaikan, ada tiga prioritas dalam diplomasi kedaulatan dan kebangsaan. Salah satunya adalah meningkatkan intensitas perundingan baik untuk batas maritim dan batas darat. Perundingan dilakukan dengan lima negara terkait batas maritim yaitu Malaysia, Filipina, Palau, dan Timor Leste.

Perundingan dengan Malaysia diperlukan untuk menformalkan batas laut teritorial di segmen Laut Sulawesi dan perundingan segmen Selat Malaka. Dengan Vietnam yaitu merundingkan batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

Advertisement

"Filipina untuk batas landas kontinen. Palau untuk batas ZEE, dan Timor Leste setelah demarkasi batas darat selesai," jelasnya dalam pernyataan pers tahunan di Kementerian Luar Negeri, Rabu (8/1).

Tidak Dapat Ditawar

Untuk batas darat, prioritasnya adalah merundingkan demarkasi dengan Malaysia di Pulau Sebatik dan Sungai Sinapad, serta finalisasi demarkasi dengan Timor Leste sesuai agreed principles yang sudah disepakati.

Advertisement

"Secara khusus, saya ingin menekankan satu prinsip terkait kedaulatan dan hak berdaulat di perairan Indonesia. Bahwa klaim apapun, oleh pihak manapun, harus dilakukan sesuai dengan hukum internasional, termasuk UNCLOS 1982," tegasnya.

Retno menegaskan, isu kedaulatan dan integritas teritori merupakan hal yang tidak dapat ditawar.

"Kedaulatan dan wilayah teritori Indonesia tidak dapat ditawar oleh siapapun juga, kapanpun juga," tegasnya.

Indonesia, lanjutnya, akan terus melawan negara asing yang secara jelas-jelas memberikan dukungan terhadap gerakan separatisme di Indonesia, karena hal ini jelas bertentangan dengan hukum internasional dan prinsip Piagam PBB.

Indonesia Tidak Akan

Jumat lalu Retno juga menegaskan menolak klaim China atau Tiongkok terhadap wilayah Natuna. Hal ini disampaikan usai rapat koordinasi terbatas di kantor Kemenko Polhukam.

"Indonesia tidak pernah akan mengakui nine dash line, klaim sepihak yang dilakukan oleh Tiongkok yang tidak memiliki alasan hukum yang diakui oleh hukum internasional, terutama UNCLOS 1982," kata Retno Marsudi di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta.

Dia menuturkan, dalam rapat tersebut, memastikan bahwa kapal-kapal China telah melakukan pelanggaran-pelanggaran di wilayah ZEE Indonesia. Menurut Retno ZEE Indonesia telah ditetapkan oleh hukum internasional yaitu melalui UNCLOS 1982.

"Tiongkok merupakan salah satu party dari UNCLOS 1982. Oleh karena itu merupakan kewajiban bagi Tiongkok untuk menghormati implementasi dari UNCLOS 1982," tukasnya.

Dia juga menuturkan, dalam rapat tadi juga disepakati adanya peningkatan patroli di wilayah Natuna.

Jokowi Tegaskan Tidak Ada Kompromi

Presiden Joko Widodo atau Jokowimenegaskan tak ada kompromi dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia di perairan Natuna. Pernyataan ini menjawab masuknya kapal ikan China di perairan Natuna.

"Tak ada kompromi dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia," kata Juru Bicara Kepresidenan, Fadjroel Rachmanmengulang kata Presiden Joko Widodo, Sabtu (4/1).

Fadjroel menyebut, berdasarkan arahan Presiden, pemerintah Indonesia bersikap tegas sekaligus memprioritaskan usaha diplomatik damai dalam menangani konflik di perairan Natuna.

"Negara mempertahankan kedaulatan dan memprioritaskan usaha diplomatik damai untuk menyelesaikan konflik," ujar dia.

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.