LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Menlu Iran Javad Zarif Mendadak Mengundurkan Diri

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Mohammad Javad Zarif mengumumkan pengunduran diri secara mendadak pada Senin (25/2) melalui akun Instagram.

2019-02-27 12:08:00
Iran
Advertisement

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Mohammad Javad Zarif mengumumkan pengunduran diri secara mendadak pada Senin (25/2) melalui akun Instagram. Negosiator kesepakatan nuklir 2015 itu mengucapkan terima kasih sekaligus permintaan maaf kepada masyarakat Iran.

"Banyak terima kasih atas kemurahan hati warga Iran. Saya memohon maaf dengan tulus atas ketidakmampuan saya untuk terus melayani, dan atas semua kekurangan selama saya menjabat," tulis Zarif, dilansir dari The Straits Time, Selasa (26/2).

Pengunduran diri Zarif dikonfirmasi juru bicara Iran untuk PBB, Alireza Miryousefi. Media lokal IRNA mengabarkan juru bicara Kementerian Luar Negeri telah membenarkan hal tersebut.

Advertisement

Hingga saat ini belum diketahui tanggapan Presiden Hassan Rouhani apakah akan menerima pengunduran diri Zarif atau justru menyatakan penolakan. Mengingat jika Zarif mundur, Rouhani akan lebih sulit memperjuangkan perekonomian Iran di tengah tekanan oposisi.

Mohammad Javad Zarif adalah seorang diplomat sejak muda. Beberapa saat setelah menyelesaikan pendidikannya di Amerika Serikat, ia menjabat sebagai diplomat Iran untuk PBB di New York.

Saat Rouhani memenangkan pemilu, Zarif dipilih menjadi Menlu. Pengangkatan itu disetujui Ayatollah Ali Khameini yang secara tradisional berwenang memberikan keputusan final.

Advertisement

Dalam sebuah wawancara, Zarif mengatakan dia harus menjauhkan kebijakan luar negeri dari masalah pertikaian partai dan faksi.

"Racun mematikan bagi kebijakan luar negeri adalah ketika kebijakan itu menjadi masalah pertarungan partai dan faksi," kata Zarif.

Pernyataan ini dinilai seolah menunjukkan bahwa pengunduran dirinya akibat tekanan politik domestik. Khususnya, keberadaan faksi garis keras yang menentang dirinya terkait perjanjian nuklir 2015 lalu dengan kekuatan dunia.

Kesepakatan nuklir adalah hal yang sangat sensitif bagi Iran. Sejumlah faksi garis keras bahkan memberikan tekanan kepada Zarif setelah kesepakatan ditandatangani. Mantan komandan Pasukan Pengawal Revolusi Iran (Revolutionary Guards Corps), Hassan Abbasi, mengatakan warga Iran akan meludahi Zarif dan pejabat pendukung kesepakatan nuklir itu.

"Persetan dengan Rouhani, Zarif, dan (Ali) Larijani," kata Abbasi sebagaimana dilaporkan media lokal Iran.

Kemarahan oposisi semakin memuncak saat Presiden AS Donald Trump menyatakan pengunduran diri AS dari kesepakatan nuklir tahun lalu. Penarikan diri AS dari kesepakatan nuklir berdampak pada dikembalikannya sanksi internasional. Sebagai akibatnya, Iran harus menghadapi tantangan ekonomi yang besar.

Reporter: Siti Khotimah
Sumber: Liputan6

Baca juga:
Lawatan Pertama Sejak Perang Suriah, Basyar Al Assad Bertemu Khameini
Kritik Kebijakan Luar Negeri, Pesepakbola Iran Dipanggil Pemerintah
Kantor Perdana Menteri Israel Bocorkan Pidato Anti-Iran Menteri Arab Saudi
5 Negara Pernah Berganti Nama, Inilah Penyebabnya
Kisah Mantan Agen Intelijen AS Masuk Islam dan Dituduh Jadi Mata-mata Iran
Bom Bunuh Diri Tewaskan 27 Anggota Garda Revolusi Iran

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.