Menlu benarkan 7 ABK disandera di perairan Filipina Selatan
Menlu belum mengonfirmasi apakah kelompok bersenjata kali ini dari faksi Abu Sayyaf
Menteri Luar Negeri Indonesia, pagi ini, Jumat (24/6), membenarkan telah terjadi penyanderaan kepada tujuh awak kapal asal Indonesia. Insiden ini terjadi di wilayah Sulu, perairan Filipina Selatan.
"Setelah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak, pada 23 Juli 2016, kami mendapat konfirmasi mengenai ada penyanderaan anak buah kapal tugboat Charles 001 dan tongkang Robby 152," ujar Menlu Retno di kantor Kementerian Luar Negeri Indonesia.
Insiden penyanderaan terjadi dua kali oleh dua penyandera yang berbeda. Belum ada kepastian mereka anggota faksi Abu Sayyaf.
"Insiden ini terjadi di Sulu. Pada 11.30 dan 12.45 oleh dua kelompok bersenjata berbeda," lanjut dia.
Menlu Retno menambahkan saat terjadi penyanderaan, kapal membawa 13 ABK.
"Tujuh yang disandera, enam bebas. Saat ini yang bebas sudah dalam perjalanan menuju Samarinda membawa kapal Charles 001 dan tugboat Robby 152," ungkapnya.
Baca juga:
Pemerintah masih telusuri lokasi & kelompok penyandera 7 WNI
Crisis Center diaktifkan kembali, telusuri penyanderaan 7 WNI
Harus ada solusi permanen cegah penyanderaan oleh Abu Sayyaf
DPR desak pembebasan 7 ABK WNI, ingatkan Filipina perkuat pertahanan
Menteri Luhut sebut WNI disandera rugikan perekonomian Filipina
Menko Luhut bantah pemerintah lama soal konfirmasi penyanderaan WNI