Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menteri Luhut sebut WNI disandera rugikan perekonomian Filipina

Menteri Luhut sebut WNI disandera rugikan perekonomian Filipina Luhut di Dialog Deradikalisasi Bahaya Radikalisme Agama. ©2016 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Pemerintah memutuskan moratorium pengiriman batu bara dari Indonesia ke Filipina dilanjutkan setelah 7 ABK Charles 001 disandera oleh kelompok bersenjata di Filipina. Menko Polhukam Luhut Pandjaitan menjelaskan dengan moratorium tersebut akan membuat kerugian tersendiri bagi Filipina.

Sebab, 90 persen lebih kebutuhan batu bara di wilayah Filipina Selatan tergantung dari ekspor Indonesia.

"Itu akan berpengaruh kepada ekonomi, khususnya di Filipina," kata Luhut di Kantornya, Jakarta, Jumat (24/6).

Luhut menjelaskan sudah sepatutnya Filipina mampu memberikan keamanan di kawasan perdagangan. Setiap kapal yang lewat harus diberikan keamanan. Terlebih, Filipina menyatakan akan mengawal setiap kapal yang masuk ke wilayahnya.

"Menhub sudah berbicara sama duta besar Filipina, bahwa pengamanan dari batas perairan Indonesia dan Filipina itu Filipina akan mengawal karena 96 persen kebutuhan batu bara listrik di Filipina Selatan berasal dari Indonesia," ujarnya.

Keputusan melanjutkan moratorium pengiriman batu bara dari Indonesia ke Filipina merupakan salah satu langkah yang diambil pemerintah untuk menyikapi WNI yang kembali disandera oleh kelompok bersenjata di Filipina. Selain itu, pemerintah juga memutuskan kembali menghidupkan crisis center yang pernah ada saat penyanderaan WNI yang pertama dan kedua.

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP