Medali Perak Dewi Aphrodite Berusia 2.100 Tahun Ditemukan dalam Makam Pendeta
Aphrodite adalah dewi Yunani Kuno, yang juga dikenal sebagai dewi kecantikana dan cinta.
Arkeolog menemukan medali perak bergambar dewi Yunani Aphrodite (Roma Venus) di kuburan pendeta wanita berusia 2.100 tahun di pantai timur laut Laut Hitam, Rusia.
Medali itu itu menggambarkan sepuluh tanda zodiak (bukan 12) yang dikenal dan memberikan wawasan tentang praktik keagamaan pada saat medali dibuat.
Arkeolog menduga orang yang dikuburkan dalam makam tersebut adalah seorang pendeta Aphrodite, dewi kecantikan dan cinta. Cincin, anting-anting perak, dan barang-barang kuburan lainnya yang dipersembahkan untuk sang dewi mengarah pada kesimpulan ini.
Dikutip dari laman Arkeonews, Jumat (10/2), medali itu ditemukan di sebuah situs dekat pantai Semenanjung Taman di selatan Rusia, sebelah timur Semenanjung Krimea dan antara Laut Hitam dan Laut Azov.
Menurut juru bicara Yayasan Oleg Deripaska Volnoe Delo, Ruben Bunyatyan, arkeolog Nikolay Sudarev dan Mikhail Treister menemukan makam itu pada musim panas 2022 saat ekspedisi arkeologi Phanagoria.
Sejarawan Yunani, Hecataeus dari Miletus, mengatakan Phanagoria didirikan pada abad keenam SM oleh para pengungsi dari Teos, sebuah kota Yunani di pantai Anatolia yang sekarang menjadi bagian dari Turki modern.
Medali Aphrodite dikelilingi oleh 10 simbol timbul yang sesuai dengan tanda-tanda zodiak, termasuk singa untuk Leo, banteng untuk Taurus, dan kalajengking untuk Scorpio. Tetapi simbol zodiak Aquarius dan Libra hilang, dan para peneliti tidak tahu alasannya.
Menurut para arkeolog, penyertaan zodiak menunjukkan medali tersebut adalah penggambaran "Aphrodite Urania" - aspek surgawi sang dewi, yang berbeda dari aspek duniawinya, "Aphrodite Pandemos".
Itu juga menunjukkan kepercayaan pada astrologi, gagasan bahwa posisi benda langit dapat memengaruhi peristiwa di Bumi, yang tersebar luas di seluruh dunia kuno.
Medali tersebut berdiameter 7cm dan ketebalan 15mm. Medali biasanya digunakan sebagai bros, aksesori di kepala, dan liontin.
Baca juga:
Bangunan Kuno di Turki dan Suriah Tak Hancur Diguncang Gempa Dahsyat
Ilmuwan Ungkap Alasan Mengapa Orang Indonesia Pendek-Pendek
Peneliti Ungkap 'Jejak Kaki Iblis' Berusia 385.000 Tahun, Faktanya Mencengangkan
Temuan Ini Buktikan Manusia Neandhertal Sudah Makan Kepiting Sejak 90.000 Tahun Lalu
Temuan DNA dari 8.000 Tahun Lalu di Indonesia Ungkap Sosok Misterius di Sulawesi
Pisau Batu Berusia 60.000 Tahun Ditemukan di Israel, Fungsinya Unik
Gempa Dahsyat 1.600 Tahun Lalu Hancurkan Seluruh Kota, Ribuan Tewas Disapu Tsunami