Manusia Paling Kotor di Dunia Meninggal di Usia 94 Tahun
Meski diketahui sebagai manusia terkotor di dunia, namun dia terkenal saat sebuah film dokumenter berjudul “The Strange Life of Amou Haji” yang memperkenalkan dirinya dibuat pada 2013 lalu.
Seorang pria Iran bernama Amou Haji yang dikenal sebagai manusia terkotor di dunia meninggal di usia 94 tahun. Dunia mengenal Haji sebagai manusia terkotor karena dia tidak mandi selama lebih dari setengah abad.
Dilansir laman AFP, Selasa (25/10), Haji diketahui meninggal sendirian tanpa pasangan di tempat tinggalnya, yaitu Desa Dejgah, bagian selatan Provinsi Fars, Iran.
Kantor berita IRNA News Agency melaporkan alasan Haji enggan mandi selama itu dikarenakan dia takut jatuh sakit.
Tapi Haji diketahui mandi beberapa bulan lalu ketika penduduk desa mengajaknya ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Meski diketahui sebagai manusia terkotor di dunia, namun dia terkenal saat sebuah film dokumenter berjudul “The Strange Life of Amou Haji” yang memperkenalkan dirinya dibuat pada 2013 lalu.
Apa yang dijalani Amou Haji boleh jadi tidak terlalu mengherankan jika kita mengetahui latar belakang kehidupannya.
Amou di masa mudanya pernah mengalami kejadian sangat emosional sehingga dia mengucilkan diri sendiri dari kehidupan orang ramai.
Dia selalu kabur jika bertemu orang yang akan memandikannya karena dia meyakini kebersihan membuat dia sakit. Dia minum air lima liter sehari dari kaleng rombeng.
Makanan favorit Amou adalah daging busuk dari binatang. Dia akan marah jika orang menawarinya makanan dan minuman bersih. Pipa rokoknya pun penuh kotoran binatang. Terkadang dia juga suka merokok.
Dia mengenakan helm seperti tentara bukan untuk berperang tapi melawan cuaca dingin.
Dia suka tinggal di dua tempat: liang kubur dan dinding bata yang orang bikin buat dia.
Amou tidak suka bercermin. Dia hanya bercermin melalui kaca mobil lewat. Dia juga suka memotong rambutnya agar tidak terlalu panjang. Tapi Amou tidak bercukur ke salon. Dia hanya membakar sedikit rambutnya supaya tidak terlalu panjang.
Hidup Amou sungguh sederhana. Dia tidak perlu pusing memikirkan tagihan listrik atau telepon. Dia tinggal beratap langit dan beralas bumi.
Dia merasa bahagia meski tak punya apa-apa.
Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan
(mdk/pan)