LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Malaysia Revisi Buku Sekolah yang Isinya Sudutkan Anak Perempuan

Kelompok pembela hak perempuan mengatakan buku itu mengandung ajaran yang mengkambing hitamkan kaum hawa di usia mereka yang masih dini.

2019-01-18 16:32:08
Malaysia
Advertisement

Kementerian Pendidikan Malaysia memerintahkan revisi buku pelajaran sekolah yang isinya menyudutkan anak perempuan. Dalam buku pelajaran itu ada ilustrasi gambar dan keterangan yang mengatakan anak perempuan yang berhubungan seks bisa bikin malu keluarga dan mereka diharuskan menjaga kesopanan serta melindungi alat kelamin mereka.

Dalam buku pelajaran untuk siswa berusia delapan dan sembilan tahun itu ada perintah yang mengatakan anak perempuan harus berganti baju di dalam ruangan tertutup, memakai pakaian yang menutupi seluruh tubuh, dan tidak pergi ke tempat sepi.

Koran the Guardian melaporkan, Jumat (18/1), ilustrasi dalam buku itu mengambil contoh seorang anak perempuan dengan nama Amira. Dalam salah satu halaman buku dengan judul 'Menjaga Martabat' ada ilustrasi gambar yang memperlihatkan jika anak perempuan tidak menjaga kehormatan maka dia akan dikucilkan dari lingkungan temannya dan membuat malu keluarga.

Advertisement

halaman buku sekolah di malaysia sudutkan anak perempuan ©Twitter

Kelompok pembela hak perempuan mengatakan buku itu mengandung ajaran yang mengkambing hitamkan kaum hawa di usia mereka yang masih dini.

Advertisement

"Gambar ilustrasinya menyalahkan anak perempuan berusia sembilan tahun, dan membuat mereka merasa bersalah jika mengalami kekerasan seksual dan membuat malu keluarga," kata Yu Ren Chung, manajer Organisasi Bantuan Perempuan yang menyerukan pendidikan seks diajarkan di kelas-kelas di sekolah Malaysia.

Setelah foto halaman buku itu beredar luas di media sosial, Menteri Pendidikan Teo Nie cheng menyebut ilustrasi dalam buku itu bias gender.

"Kami memutuskan untuk mengganti halaman itu dan halaman penggantinya akan dikirimkan ke semua sekolah mulai 29 Januari," kata dia.

"Ini menunjukkan kurangnya kesadaran di tengah masyarakat kita dalam hal pendidikan seks. Di masa lalu kita memang tidak menganggap ini masalah serius," kata Teo.

Dengan kasus ini, kata dia, maka pemerintah akan mengevaluasi soal pendidikan seks di sekolah-sekolah.

"Pendidikan seks selama ini dianggap tabu di Malaysia. Tapi saya yakin dengan gerakan penyadaran dari para ahli dan kelompok LSM kita bisa melihat perubahan," pungkasnya.

Baca juga:
Kemlu Pulangkan Dua WNI Terbebas dari Hukuman Mati di Malaysia
Prabowo Sebut Jawa Tengah Lebih Besar Dari Malaysia, Ini Fakta Sebenarnya
Negara Bagian Kelantan Malaysia Larang Bisnis Karaoke dan Shisha
Warganya Ditahan Kasus Pijat Ilegal, Malaysia Disebut Tak Beri Bantuan Hukum
Cara Kerja Pasukan Penyebar Hoaks untuk Pengaruhi Pemilih di Indonesia dan Amerika
Mahathir: Tidak Ada Gunanya Menjadi Negara Kaya Jika Buat Segelintir Orang

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.