LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Makan nasi goreng terlalu pedas, pria Singapura lapor polisi

Dia menduga koki terlalu banyak memberi cabai ke dalam nasi goreng pesanannya.

2014-05-07 23:01:00
Singapura
Advertisement

Lau Thiam Huat, pria 60 tahun asal Singapura sangat marah setelah makan nasi goreng kampung yang terlalu pedas. Saking marahnya dia bahkan  melapor ke polisi.

Situs asiaone.com melaporkan, Rabu (7/5), Huat memesan nasi goreng dan segelas air hangat di sebuah restoran di jalan Bukit Timbalan, Kota Johor Bahru, Negara Bagian Johor, Malaysia, buat makan malam sekitar pukul 21.00 pada 30 April lalu.

Dia bilang nasi goreng itu terlalu panas dan pedas sehingga mulutnya menjadi tidak enak keesokan harinya. Dia menduga koki terlalu banyak memberi cabai ke dalam nasi goreng pesanannya.

Akibatnya dia melapor ke polisi buat berjaga-jaga jika dia harus menjalani pemeriksaan kesehatan akibat makan nasi goreng terlalu pedas itu.

Kabar pria itu melapor ke polisi akibat makan nasi goreng terlalu pedas menyebar di media sosial.

Berikut isi kutipan berkas laporan dia ke polisi:

"Sekitar pukul 21.00 pada 30 April saya makan malam di sebuah restoran yang saya tidak ingat lagi namanya. Setelah memesan nasi goreng kampung dan air hangat saya mulai menyantap makan malam itu. Saya merasa nasi goreng itu terlalu panas dan pedas.

Hingga hari ini (1 Mei) saya masih merasakan pedasnya nasi goreng itu. Saya kira mereka memasak nasi goreng itu dengan cabai terlalu banyak.

Alasan saya mengajukan berkas laporan ini karena saya sangat tidak suka dengan nasi goreng yang saya makan dan ingin ke rumah sakit buat diperiksa."

Wakil Kepala Polisi Johor Selatan Abdul Samad Salleh membenarkan pihaknya telah menerima berkas laporan pengaduan dari pria Singapura itu. Namun dia mengatakan tidak akan menindak siapa pun karena tidak ada aturan hukum yang sesuai untuk kasus ini.

Baca juga:
Ungguli Jepang, Singapura penanam modal terbesar RI
Pesona model cantik berlenggak-lenggok di jalanan Singapura
Kedubes Singapura didatangi 'Usman-Harun'
Sosok hantu tetangkap kamera di Singapura
Asap bakal selimuti Singapura beberapa hari lagi

(mdk/fas)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.