Mabuk saat mengemudi, menteri termuda Swedia mengundurkan diri
Menteri Pendidikan Tinggi Aida Hadzialic (29) terancam hukuman enam bulan penjara gara-gara skandal ini
Menteri Pendidikan Tinggi Swedia, Aida Hadzialic, ditangkap polisi pekan lalu karena mengemudi dalam kondisi mabuk. Kasus itu kemudian diekspose besar-besaran oleh media massa setempat. Menteri perempuan termuda dalam sejarah Swedia ini lantas memutuskan mundur dari posisinya.
BBC melaporkan, Senin (15/8), Aida mengakui skandal mabuk saat mengemudi ini mencoreng reputasi pribadinya, sekaligus membuat malu Partai Sosial Demokrat yang menguasai pemerintahan. "Saya memilih mundur karena kesalahan saya sangat serius," ujarnya.
Aida saat ini baru berusia 29 tahun. Wanita imigran asal Bosnia Herzegovina ini mulai menjabat pada 2014. Dia datang bersama keluarganya untuk menetap di Swedia ketika masih berusia 5 tahun.
Polisi menangkap Aida karena berkendara serampangan di Jembatan Oresund, Kota Malmo, dekat perbatasan Denmark. Dari pemeriksaan petugas, ternyata kadar alkohol di tubuh Aida di atas 0,2 gram. Kasus ini menunggu pelimpahan berkas dari polisi ke jaksa. Jika dinyatakan bersalah, maka Aida terancam hukuman enam bulan penjara.
Dalam jumpa pers akhir pekan lalu, Aida mengaku mengonsumsi beberapa gelas anggur ketika menghadiri jamuan makan di Denmark. Dia memutuskan mengendarai mobil sendiri melintasi perbatasan kedua negara, mengira kadar alkohol akan turun sepanjang perjalanan.
Baca juga:
Pakai uang rakyat untuk acara keluarga, Gubernur Tokyo mundur
Anggota DPR Jepang mundur karena kepergok selingkuh
Lima menteri ini mundur gara-gara masalah sepele
Hamburkan uang negara, dua menteri perempuan Jepang mundur
Polisi wanita ganas, lumpuhkan penjahat walau sedang berbikini
Garuda Keadilan FC bawa harum nama Indonesia di ajang Gothia Cup
Swedia beri enam beasiswa untuk cetak insinyur Indonesia masa depan