LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Listrik Padam Hampir di Seluruh Wilayah Venezuela

Listrik dilaporkan padam secara nasional di Venezuela, termasuk ibu kota Caracas. Warga menyebutnya sebagai sebuah bencana.

2019-07-23 14:14:00
Krisis Venezuela
Advertisement

Listrik dilaporkan padam secara nasional di Venezuela, termasuk ibu kota Caracas. Menurut Menteri Informasi, Jorge Rodriguez, penyebabnya adalah serangan elektromagnetik.

Rodriguez menambahkan, pihak berwenang sedang dalam proses memulihkan kembali layanan listrik, di mana akan kembali normal pada Selasa ini. Pemadaman listrik berlangsung sejak Senin sore pukul 16.41 waktu setempat. Beberapa warga mengatakan pemadaman kali ini merupakan yang terbesar dalam krisis listrik yang melanda Venezuela sejak Maret lalu.

"Pemadaman ini adalah bencana besar," kata Bernardina Guerra (51), seorang petugas kebersihan yang tinggal di Caracas, dilansir dari Aljazeera, Selasa (23/7).

Advertisement

"Saya tinggal di bagian timur kota, dan di sana, lampu padam setiap hari. Setiap hari keadaannya lebih buruk," lanjutnya miris.

Sebanyak 14 negara bagian Venezuela mengalami kehilangan pasokan listrik pada hari Senin, menurut saksi mata kepada kantor berita Reuters. Perusahaan listrik nasional Venezuela, Corpolec, hanya melaporkan gangguan yang mempengaruhi sektor ibu kota, Caracas, namun sama sekali tidak menyinggung penjelasan untuk kasus serupa di berbagai wilayah lainnya.

Presiden Venezuela, Nicolas Maduro menyalahkan 'teroris' --yang tidak disebutkan namanya-- atas pemadaman listrik di seluruh negara itu. Dia juga mengklaim para teroris telah menyerang pembangkit listrik tenaga air Guri di selatan negara itu, yang memasok listrik ke 80 persen dari 30 juta penduduk Venezuela.

Advertisement

Kegagalan besar lainnya pada April membuat sebagian besar negara itu, termasuk Caracas, dalam kegelapan, meskipun itu berlangsung berjam-jam, bukan berhari-hari. Pemadaman listrik adalah kejadian umum di Venezuela, terutama di daerah terpencil di wilayah barat.

Pemerintah biasanya menyalahkan teroris atas sabotase, tetapi para ahli mengatakan bahwa kurangnya investasi, manajemen yang buruk dan korupsi adalah penyebab yang lebih mungkin.

Krisis ekonomi akibat hiperinflasi telah menyebabkan kekurangan pasokan makanan dan obat-obatan pada negara kaya minyak itu. Hal tersebut mendorong lebih dari 4 juta rakyat Venezuela untuk meninggalkan negara mereka, dan mengungsi ke beberapa negara tetangga, seperti Kolombia, Guyana, dan Brasil.

Pemadaman listrik pada bulan Maret, di mana disebut terburuk dalam beberapa dasawarsa, memengaruhi seluruh 23 negara bagian, dan menyebabkan jutaan orang kehilangan pasokan air dan akses telekomunikasi. Hal itu memperburuk krisis keuangan yang telah mengurangi separuh nilai perekonomian Venezuela.

"Ini membuat saya takut kami akan kembali menghadapi pemadaman nasional," ujar Maria Luisa Rivero (46) seorang pengusaha asal kota Valencia, di negara bagian Carabobo.

"Hal pertama yang saya lakukan adalah berlari untuk membekukan makanan saya, sehingga tidak memburuk seperti yang terakhir kali terjadi pada bulan Maret. Menghabiskan banyak uang untuk membeli makanan, namun tidak terpakai karena membusuk," katanya.

Reporter: Happy Ferdian Syah Utomo
Sumber: Liputan6

Baca juga:
Tanda-tanda Memudarnya Kekuatan Amerika di Berbagai Belahan Dunia
Maduro dan Oposisi Venezuela Sepakat Gelar Dialog
Imbas Krisis, Jutaan Warga Venezuela Tinggalkan Negaranya
Ditutup Empat Bulan, Venezuela Buka Kembali Perbatasan dengan Kolombia
Menengok Permukiman Kumuh Terbesar di Venezuela
BBM Langka, Kendaraan Mengular Masuk SPBU di Venezuela

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.