LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Liga Arab kecam Turki karena sepihak kirim ribuan tentara ke Irak

Liga Turki menyatakan kebijakan Turki melatih milisi Kurdi mengancam keamanan kawasan

2015-12-26 07:52:00
Turki
Advertisement

Turki berkukuh mengirim pasukan ke utara Irak dengan alasan melatih militan Peshmerga, dari wilayah Otonom Kurdi, dari serbuan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS). Kebijakan Turki sudah diprotes oleh pemerintah pusat Irak di Baghdad. Namun Ankara bergeming.

Wakil Sekretaris Jenderal Liga Arab, Ahmed Ben Heli, menuding Turki membahayakan kawasan. Para menteri luar negeri Liga Arab berkumpul di Kairo pada 24 November lalu, membahas ketegangan yang kini tiba-tiba terjadi antara Ankara-Baghdad.

"Tindakan Turki mengancam keamanan negara-negara di kawasan," kata Heli, seperti dilaporkan Radio Free Europe, Jumat (25/12).

Advertisement

Pada 20 Desember lalu, Turki sempat mengumumkan hendak menarik mundur pasukannya. Namun sejauh ini, di lapangan ada laporan lebih dari 1.000 tentara Turki masih berada di utara Irak.

Pemerintah Irak menyatakan tentara Turki memasuki negaranya tanpa izin melalui perbatasan wilayah utara. "Kami mendesak Turki secepatnya meninggalkan teritori Irak," seperti dikutip dari pernyataan tertulis Kantor Perdana Menteri Irak awal bulan ini.

Pasukan Turki yang menerobos masuk dan terindentifikasi Irak, terdiri dari satu resimen (setara 150 orang) prajurit darat bersenjata lengkap, 25 tank, serta artileri.

Advertisement

Para prajurit Turki itu bisa diusir paksa, karena kehadiran mereka adalah pelanggaran kedaulatan. Tentara Turki ini dilaporkan berada di Kota Bashiqa, timur laut Kota Mosul yang sedang dikuasai ISIS.

Kantor berita Turki, Anatolia, membenarkan militer negaranya tiba di utara Irak. Mereka bertugas melatih milisi Kurdi yang bergabung dengan Pasukan Peshmerga.

Para tentara sukarelawan Kurdi itu setiap hari berada di garis depan memerangi ISIS di Irak, sehingga banyak memperoleh bantuan pelatihan negara Barat maupun Turki. Masalahnya, orang Kurdi hidup di kawasan otonomi khusus Kurdistan, seringkali koordinasi dengan pejabat tinggi di Ibu Kota Baghdad tidak berlangsung mulus.

Baca juga:
Kesepakatan damai Israel-Turki cuma buat iri Rusia
Turki dan Israel sepakat berdamai, Hamas jadi tumbal
Kapal perang Rusia nyaris tabrak kapal Turki, tembakkan meriam
Turki marah besar kapal perang Rusia tembaki perahu nelayan
Presiden Erdogan gagalkan upaya pria bunuh diri di Selat Bosphurus

(mdk/ard)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.