Libanon penjarakan seorang warga berkicau hina presiden
Dia dipenjara dua bulan dan bisa mengajukan banding dalam 10 hari.
Seorang lelaki Libanon diseret ke penjara sebab menghina Presiden Michel Sulaiman lewat situs jejaring sosial Twitter. Dia dikurung dua bulan.
Situs usatoday.com melaporkan, Rabu (12/2), ini kasus pertama kali di Libanon menimpa lelaki berusia 26 tahun bernama Jean Assy. Kicauannya mulai dari awal tahun hingga pertengahan Februari dianggap melecehkan peran Sulaiman.
"Saya bilang presiden secara politik telah dikebiri. Semua kabinet dia orang bodoh, dan banyak lagi," ujar Assy.
Assy diperbolehkan banding dalam waktu 10 hari. Dia berencana melawan putusan penjara itu. Menurutnya bagaimana bisa seseorang dipenjara sebab kicauannya sementara presiden acuh pada semua masalah negerinya.
Assy memiliki pengikut hingga 6.000 orang dan secara rutin dia mengkritisi politisi Libanon. Meski tidak terjun dalam dunia politik, lelaki itu mengaku mendukung pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah dan sekutunya Michel Aoun seorang Kristiani.
Sementara direktur lembaga hak asasi Human Right watch (HRW) wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara Nadim Houry mengatakan Libanon telah melanggar perjanjian internasional soal kebebasan berekspresi.
Baca juga:
Anggota Pasukan Garuda cantik ini obati warga Libanon
Menlu Libanon tolak pelabelan Hizbullah sebagai kelompok teroris
Empat anggota Hizbullah didakwa atas pembunuhan Rafiq Hariri
Pengungsi Suriah jadi sasaran penjualan organ di Libanon
Pesona keseksian Haifa Wehbe saat perayaan tahun baru di Beirut